Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rahasia Kwangen: Simbol Mendalam dalam Ritual Hindu Bali yang Membuka Tabir Kehidupan Spiritual

I Putu Suyatra • Minggu, 30 Juli 2017 | 16:35 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, DENPASAR - Kwangen juga bisa digunakan dalam berbagai aktivitas ritual lainnya, seperti upacara Butha Yadnya bagi umat Hindu di Bali.

Bahkan, dalam ritual Rsi Yadnya dan Pitra Yadnya (dua dari lima yadnya Hindu Bali), kwangen punya fungsi khusus.

Seperti disebutkan Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti, dalam ritual Dewa Yadnya, Kwangen digunakan dalam kegiatan Panca Sembah yang bertujuan untuk memohon keselamatan dari Tuhan yang Maha Esa.

Selain sebagai lambang ketulusan umat manusia dalam menyelenggarakan ritual.

Di lain sisi, Kwangen juga digunakan dalam ritual Rsi Yadnya, yakni sebagai pelengkap Banten Tetebasan.

Sementara untuk ritual Pitra Yadnya, Kwangen digunakan dalam beberapa ritual Pengabenan, mulai dari proses nyiramin sampai ke proses pembakaran mayat.

“Fungsi dari Kwangen dalam ritual Pitra Yadnya ini secara simbolis digunakan sebagai pangurip mayat, sehingga roh atau jiwa yang telah meninggal ini bisa menyatu dengan Brahman,” ungkapnya.

Sedangkan dalam ritual Manusia Yadnya, digunakan pada setiap upacara ngotonin, potong gigi, perkawinan, dan pelengkap banten lainnya.

Untuk ritual tersebut, Kwangen fungsinya sebagai lambang kesucian umat manusia dalam menyelenggarakan upacara.

Khusus dalam upacara Bhuta Yadnya, lanjut Ida Rsi Bhujangga Waisnawa, Kwangen  digunakan di antaranya dalam upacara mamakuh dan  macaru. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #yadnya #kwangen #hindu