Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Setelah Soma Ribek, Ada Sabuh Mas dan Pagerwesi

I Putu Suyatra • Senin, 21 Agustus 2017 | 16:05 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Setelah manusia mandiri akan pangan, barulah manusia bisa berbuat lebih banyak. Menurut penyusun Kalender Bali Gede Marayana, manusia bisa mencari harta kekayaan yang dipergunakan kelak untuk menjalankan swadharmanya. Sehingga, sehari setelah Soma Ribek, umat Hindu di Bali merayakan hari Sabuh Mas.


Sabuh Mas ini merupakan momentum untuk penyucian Sang Hyang Mahadewa dengan melimpahkan restunya pada  raja berana seperti logam mulia, (emas, perak, Red), harta, permata, manik dan sebagainya.


“Pemujaan ini ditujukan kepada Hyang Mahadewa sebagai tanda bersyukur semoga selalu melimpahkan restunya pada harta dan barang-barang berharga termasuk perhiasan. Secara filosofis bahwa momen ini mengingatkan manusia agar tidak terikat oleh hal-hal keduniawiaan,” bebernya.


Lebih lanjut diungkapkan Gede Marayana, dua hari setelah Soma Ribek disebut Pagerwesi. Menurutnya Pagerwesi dapat diartikan sebagai suatu pegangan hidup yang kuat bagaikan suatu pagar dari besi.


“Maksudnya manusia menjaga agar ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah digunakan dalam fungsi kesucian, dapat dipelihara, dan dijaga agar selalu menjadi pedoman bagi kehidupan umat manusia selamanya,” ungkapnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#tradisi bali #hindu #singaraja