Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kemiri Bisa Jadi Lulur hingga Obat Sakit Perut

I Putu Suyatra • Minggu, 17 September 2017 | 00:05 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRES, DENPASAR - Kemiri (Aleurites moluccana), tak terlalu sulit dicari di Bali, dan harganya pun relatif murah. Manfaatnya pun sangat beragam, terutama untuk kesehatan. Bahkan dapat merangsang  tumbuhnya bulu.


Kemiri alias Tingkih sering dimanfaatkan oleh masyarakat Bali sebagai boreh atau lulur tradisional, terutama di musim penghujan.


"Boreh Tingkih inilah yang biasanya menjadi solusi agar tidak merasakan kedinginan yang sangat menusuk saat musim penghujan," ujar Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Ayur Weda UNHI, Ir. I Nyoman Prastika, M.Si.


Dalam Buku Tanaman Obat, juga di Lontar Usada Taru Pramana, disebutkan bahwa Kemiri merupakan salah satu campuran yang dapat digunakan untuk menyembuhkan  sakit perut yang  berpindah-pindah. Di mana sakit tersebut terasa sampai ke hulu hati, seperti ada yang mendesak. Adapun bahan yang digunakan adalah, bawang putih, daun asam, kunir yang kemerah-merahan, temu giri, kelapa, ketumbar, berambang, kemiri, dan dering.


Cara meramunya? Kelapa dibakar, dicampur dengan bahan-bahan lainnya, kemudian diparamkan pada bagian sakit.


"Dalam Lontar Usadha Dalem, Kemiri juga merupakan campuran obat saat terkena racun. Sarana yang digunakan adalah daun-dadap, daun kemiri yang masih muda, buah kemiri , bawang, temu tis , dan selanjutnya diborehi (obat luar) ke bagian yang terkena racun," imbuh Prastika.


Selain sebagai obat-obatan, Tingkih juga banyak dimanfaatkan sebagai campuran dalam pembuatan boreh untuk memijat (maurut). Bahannya pun tergolong sederhana,  yakni 100 gram beras (beras putih atau beras merah), 100 gram Kencur, 50 gram Jahe, 5 gram Kunyit, 5 gram Cengkih, 1 biji Pala, 100 gram Kayu Cendana, 100 gram Kemiri, 100 gram Kelapa Parut


1 sendok Garam. Dan cara pembuatannya pun tergolong mudah, cukup dengan mencampurkan semua bahan menjadi satu hingga halus dan menjadi bubuk. Lalu, gunakan boreh urut/lulur secukupnya dan balurkan ke seluruh tubuh sampai merata.


Yang terakhir adalah sebagai penumbuh jenggot atau rambut. Dalam hal ini, keampuhan minyak buah Kemiri tidak diragukan lagi khasiatnya. Banyak kalngan muda yang ingin terlihat keren menggunakan minyak Kemiri. Caranya pun sangat mudah. Cukup dengan membakar buah Kemiri hingga mengeluarkan minyak. Selanjutnya minyak tersebut diolesi pada bagian yang diharapkan ditumbuhi bulu. "Selain itu, sisa gosong bekas pembakaran Kemiri ini dapat digunakan untuk penulisan lontar," tutup Prastika. 

Editor : I Putu Suyatra
#usadha #denpasar