Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Nusa Penida Gelar Nyepi Segara, Aktifitas Laut Terhenti 24 Jam

I Putu Suyatra • Jumat, 6 Oktober 2017 | 15:25 WIB
Nusa Penida Gelar Nyepi Segara, Aktifitas Laut Terhenti 24 Jam
Nusa Penida Gelar Nyepi Segara, Aktifitas Laut Terhenti 24 Jam

BALI EXPRESS, NUSA PENIDA - Bertepatan dengan rahina Purnama Kapat, warga Nusa Penida menggelar upacara Ngusaba. Ngusaba ini merupakan salah satu agenda rutin dilakukan secara bergilir di dua tempat berbeda yakni di Pura Batumedawu dan Pura Penataran Ped. Dan pada kesempatan ini Pura Pentaran Ped dipilih sebagai tempat digelar upacara tersebut.


 


Panitia Ngusaba, I Wayan Sukla mengatakan bahwa persiapan upacara sudah dilakukan sejak satu bulan yang lalu dengan mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana upakara.  “Kita sudah bersurat sebelumnya sejak bulan Juni melalui surat edaran. Tujuan digelar upacara Ngusaba atau Pakelem ini adalah menjaga keseimbangan Tri Buana dan Ngamed Tirta Amerta, agar Tuhan memberkati tirta perlu keheningan dalam laut,” ungkapnya Kamis kemarin (5/10).


 


Dan sesuai Babad Noesa, Nyepi Segara berawal dari nenek moyang di Nusa Penida, yang merupakan seorang pelaut. Atas kekayaan laut yang dianugerahkan secara melimpah kepada masyarakat, maka mereka menghaturkan upacara Mulang Pakelem ke laut, sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah yang diberikan dari laut.


 


Dirinya menjelaskan Ngusaba sendiri diawali upacara Bhatara Turun Kabeh dari Pura Sad Kahyangan berserta Pura Kahyangan Tiga masing-masing Desa Pakraman pengempon Pura Penataran Ped. Yang dilanjutkan dengan prosesi Ida Bhatara melasti di segara setempat, kemudian dilanjutkan dengan puncak upacara. Serangkaian Ngusaba juga digelar Mewinten masal bagi masyarakat dan Pemangku maupun serati ( tukang banten). Setelah semua rangkaian upakara, tibalah saatnya menggelar prosesi Nyepi Segara, dimana selama satu hari atau 24 jam aktifitas laut distop.


 


Camat Nusa Penida I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya menyampaikan bahwa sesuai surat yang diterima dari pihak Panitia Ngusaba bahwa Nyepi Segara digelar pada hari Jumat (6/10), dimana segala aktifitas penyeberangan menuju Nusa Penida dan sebaliknya terhenti sejenak selama kurun waktu 24 jam. “Begitu juga dengan kegiatan wisata bahari, intinya tidak ada aktifitas di laut,” tegasnya.


 


Ditambahkannya, jika sejauh ini memang tidak ada warga yang berani melanggar pelaksanaan Nyepi Segara tersebut meskipun tidak ada sanksi secara tertulis. Karena apabila ada yang berani melanggar, maka diyakini bisa menimbulkan malapetaka. “Seperti halnya Nyepi di daratan, Nyepi Segara juga tetap dilaksanakan oleh warga tanpa ada yang berani melanggarnya,” pungkasnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#hindu #nusa penida #ritual hindu