Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Non Hindu Pakai Tri Datu karena Suka Warnanya, Berharap Aura Positif

I Putu Suyatra • Minggu, 19 November 2017 | 17:15 WIB
Non Hindu Pakai Tri Datu karena Suka Warnanya, Berharap Aura Positif
Non Hindu Pakai Tri Datu karena Suka Warnanya, Berharap Aura Positif

BALI EXPRESS, DENPASAR - Selain umat Hindu, saat ini gelang benang Tri Datu juga digunakan oleh umat non Hindu. Beragam alasan ada yang mengaku suka dengan kombinasi warnanya, ada juga yang memang ingin mendapatkan aura positif dari simbul kekuatan tri murti ini.


Herdyanto misalnya, seorang karyawan swasta di Denpasar, mengaku sudah hampir setahun menggunakan gelang Tri Datu karena alasan trend dan sebagian besar teman-temannya di kantornya mengunakan benang Tri Datu. “Selain itu, saya menggunakan benang karena kombinasi warnanya unik, selain itu gelang ini juga dijual bebas di pasaran,” jelasnya.


Jika Hendy mengaku mengunakan gelang benang Tridatu hanya sebatas trend fashion saja, berbeda halnya dengan Ranti yang juga non hindu, instruktur Yoga di salah satu sanggar Yoga di Denpasar, menurut Ranti, dirinya menggunakan gelang Tri Datu tidak hanya sekedar ikut-ikutan dan trend fashion saja, namun Ranti meyakini jika gelang tri Datu yang digunakannya bisa meningkatan aura positif dalam dirinya.


“Hal sesuai dengan kepercayaan di Bali, jika benang Tri Datu itu adalah simbul tiga kekuatan, sehingga dengan menggunakannya saya bisa menjadi pribadi yang lebih positif,” jelasnya.


Yang menarik lagi, dengan mewabahnya trend ini membuat Jro Mangku Istri Tangkas, yang adalah salah satu pedagang gelang benang Tri Datu mendulang untung. dia mengatakan permintaan benang Tri Datu saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.


Bahkan diakui Magku Istri, permintaan tidak saja datang dari perorangan, namun juga dari bberapa komunitas keagamaan. “Permintaan benang Tri Datu saat ini cukup banyak, sehingga saya menyediakannya untuk memudahkan masyarakat yang ingin membelinya,” jelasnya.


Senada dengan Mangku Istri, Agung Raka, pedagang lainnya juga mengakui hal yang sama, menurut Raka, sejak Trend penggunaan benang Tri datu menjadi trend di kalangan masyarakat, permintannya gelang Tri datu juga mengalami peningkatan.


Diakui Raka permintaannya tidak saja datang dari umat Hindu di Bali, melainkan datang dari luar pulau juga, seperti Jakarta, Surabaya dan bandung. “Untuk permintaan dari luar pulau ini datangnya rutin setiap bulannya, bahkan rata-rata pemesannya mencapai ribuan buahnya,” jelas, sembari mengatakan nilai Rp 5 ribu per pcs nya sampai dengan Rp 20 ribu per buah. 

Editor : I Putu Suyatra
#hindu