BALI EXPRESS, TABANAN - Tak sedikit pura yang sudah ada sejak zaman penjajahan di Bali. Salah satunya adalah pura yang terletak di Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan. Selain bersejarah, pura ini juga menyimpan keunikan tersendiri.
Untuk menemukan Pura Alas Sari Batu Aya ini, dari Jalur Denpasar-Gilimanuk kita hanya perlu mengikuti petunjuk jalan menuju Desa Gadungan di Kecamatan Selemadeg Timur dan menuju Banjar Wani.
Ya, Pura Alas Sari Batu Aya terletak di Banjar Wani, Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur. Sesuai dengan namanya, pura ini terletak di tengah alas atau hutan di kawasan Subak Batu Aya yang ada di desa tersebut. Sedangkan dari jalan hotmix di banjar setempat, kita harus berjalan kaki menyusuri tangga sejauh 300 meter untuk menemukan pura ini.
Prajuru Pura Alas Sari Batu Aya, I Made Marta, 50, menuturkan, jika hingga saat ini belum ada yang mengetahui pasti sejak kapan pura tersebut berdiri, karena memang belum ditemukan prasasti ataupun babadnya. Hanya saja, menurut cerita para leluhurnya, pura tersebut sudah ada, bahkan sebelum Desa Gadungan terbentuk.
“Menurut cerita turun temurun dari para leluhur kami, pura ini sudah ada sejak dulu, bahkan sebelum Desa Gadungan ada. Dan, saat Desa Gadungan akan dibentuk di kawasan ini, para tetua memohon petunjuk di pura ini,” ungkapnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Kamis (27/4/2017).
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Pan Beni itu, menambahkan , jika atas keberadaan pura tersebut, pura yang diempon oleh 54 KK dari Desa Gadungan, Pupuan, Tabanan dan Denpasar tersebut, juga termasuk Pura Steling alias Pura Panyengker Desa Gadungan. Di mana Desa Gadungan sendiri dikeliling oleh empat pura yang berada di keempat penjuru mata angin.
“Kalau di Timur ada Pura Bukit Puung, di sebelah Utara ada Pura Munduk Malang, di sebelah Selatan ada Pura Kepuh Tunggul, dan di sebelah Barat ada Pura Alas Sari Batu Aya. Jadi, Pura Alas Sari Batu Aya ini termasuk pancer Desa Gadungan atau panyengker Desa Gadungan sebelah barat,” paparnya.
Hal tersebut semakin dikuatkan dengan cerita para leluhurnya yang mengatakan, pada zaman perang revolusi dulu, banyak pejuang atau prajurit perang yang berlindung di Pura Alas Sari Batu Aya untuk memohon keselamatan dan perlindungan kepada Ida Bhatara yang malinggih di pura tersebut. Dan, benar saja, konon katanya musuh tidak bisa melihat pejuang atau prajurit yang berlindung di kawasan pura tersebut. Terlebih di depan pura ada sebuah pohon besar yang biasa disebut Pohon Bunut oleh warga yang pada bagian akarnya, juga menjadi tempat bersembunyi para pejuang.
Editor : I Putu Suyatra