BALI EXPRESS, DENPASAR - Menurut kepercayaan umat Hindu di Bali, Nyama Kanda Pat selalu ada di sekitar manusia, meskipun tak terlihat.
Para sesepuh seringkali menasihati anak – anaknya untuk berbagi sedikit makanan untuk ke empat saudara yang terlahir bersama manusia dalam wujud darah, ari – ari, ketuban, dan lemak, agar selalu dilindungi.
Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda menjelaskan, Kanda Pat adalah manifestasi Brahman (Tuhan).
Ia selalu ada dimanapun ciptaannya berada, ia selalu bersifat melindungi.
“Jika dijelaskan secara logika, sebenarnya mereka kan bagian dari tubuh kita, seperti ari – ari, darah, lemak, dan ketuban itu bagian dari kita," ujar sulinggih asal Pasraman Manikgeni Pujungan ini.
"Jadi, ibaratnya kita menjaga sesuatu yang sebenarnya merupakan bagian tubuh kita juga. Namun secara niskala, ke empat elemen tersebut berubah menjadi empat saudara yang menyertai manusia dari lahirnya hingga meninggal,” ujar sulinggih asal Pasraman Manikgeni Pujungan ini.
Keempat saudara yang tak terlihat (Kanda Pat), juga terus menyertai kita dalam setiap aspek kehidupan. Menjaga atman dalam tubuh, serta mencatat seluruh pola dan alur kehidupan kita.
Dikatakannya, dalam sloka juga dijelaskan, bahwa Kanda Pat mencatat sejauh mana atman kita terpengaruh indria keduniawian.
Siapa yang mencatat?
Sang Suratma yang berwujud ari – ari mencatat seluruh perbuatan baik maupun buruk yang pernah kita lakukan semasa hidup.
Nah itulah pedoman yang akan digunakan untuk menilai apakah atman kita dapat bersatu dengan yang kuasa atau justru harus bereinkarnasi kembali untuk menebus dosanya.
Atas dasar itu, maka disarankan untuk kita selalu membangun hubungan dekat dengan Kanda Pat .
“Jika jalinan manusia dengan Kanda Pat tidak berjalan baik, maka perlindungan terhadap atman dan tubuh berkurang atau nyaris tidak ada. Padahal, selain perlindungan, Kanda Pat juga dikatakan sebagai pembimbing atau penuntun sang atman agar dapat mencapai moksa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, atas dasar ingin menjalin kontak atau hubungan baik itulah, muncul kebiasaan berbagi makanan dalam satu piring yang sama.
“Ini ibaratnya hanya sebuah kebiasaan, yang fungsinya untuk menjalin hubungan baik antara sang manusia dengan Kanda Pat.Tak hanya berbagi makanan, sebaiknya juga berbagi suka, berbagi duka,” ungkapnya.
Bahkan, sebagian masyarakat Bali percaya, jika dalam kesulitan kita mengingat nyama Kanda Pat, maka kesulitan tersebut akan terlewati.
“itu hanya sebuah kepercayaan saja. Namun penting bagi kita untuk membangun hubungan tersebut,” ungkapnya.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjalin hubungan dekat dengan Kanda Pat.
• Selalu berbagi, dengan cara menghaturkan banten jotan atau menyisihkan sedikit makanan di piring.
• Selalu melaksanakan otonan pada hari kelahiran dalam weton agama Hindu.
• Membuatkan pelangkiran di dalam kamar tidur sebagai stana Nyama Kanda Pat.
• Selalu pamit ketika hendak pergi beraktivitas di luar rumah.
• Rajin sembahyang dan meminta agar nyama Kanda Pat menjaga kita saat tidur.
Editor : I Putu Suyatra