Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini Mantram Surya Namaskar sebagai Yadnya dan Media Kesehatan

I Putu Suyatra • Senin, 3 September 2018 | 18:06 WIB
Ini Mantram Surya Namaskar sebagai Yadnya  dan Media Kesehatan
Ini Mantram Surya Namaskar sebagai Yadnya dan Media Kesehatan


BALI EXPRESS, DENPASAR  - Salah satu pemujaan tertua di dunia ini adalah pemujaan pada keberadaan inti alam, yakni matahari. Matahari sebagai bintang besar merupakan bagian dan pusat dari tata surya,  tempat di mana manusia dan makhluk lain hidup di dalamnya.


Dalam Kitab Suci Veda sebagai referensi utama, memuat tentang penyembahan atau pemujaan kepada matahari untuk mencapai kesehatan dan kemakmuran.


Dikatakan Instruktur Yoga I Gusti Made Widya Sena S.Ag.,M.Fil.H, banyak dari praktik dalam doa ini ditujukan kepada matahari yang tersurat dalam Yuddha Kanda-Ramayana.



Seperti dalam bukunya Surya Namaskar karangan Swami Gitananda Giri (2011: 23), menjelaskan bahwa Rama setelah pertempuran yang berlangsung lama dan terus menerus tanpa henti dengan Rahwana, menjadi bingung karena tidak mampu membunuhnya. Pada saat para Dewa berkumpul di langit, lanjutnya, disarankan agar Rama memohon bantuan kepada Maha Rsi Agastya. Maha Rsi Agastya kemudian mengajarkan Rama pemujaan pada matahari, yang pada akhirnya Rama dapat membunuh Rahwana dan menyelamatkan Sita.


"Rama memerangi Rahwana demi menyelamatkan Sita merupakan simbol jalan yadnya, jalan pengorbanan diri yang tulus ikhlas sebagai bentuk perjuangan seseorang memerangi musuh (simbol Rahwana) dalam dirinya. Memahami ego, nafsu, kemarahan, keserakahan dan lainnya hingga dapat mengatasi dan melampauinya demi mewujudkan kesadaran spiritual disimbolkan Sinta," terang
dosen Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar  ini kepada Bali Express ( Jawa Pos Group), pekan kemarin.



Begitulah pentingnya pemujaan terhadap matahari yang populer disebut Surya Namaskar. "Surya Namaskar adalah bagian pertama dari Taittiriya Aranyaka dalam Yajur Veda. Pelaksanaan Surya Namaskar dahulu dipraktikkan di hampir setiap rumah Brahmana di India Selatan sebagai pemujaan pada Dewa Matahari atau Surya. Dan,  hingga kini pemujaan Surya Namaskar telah dipraktikkan di hampir seluruh belahan dunia," terang Widya Sena.



Dikatakannya, matahari adalah simbol yang terlihat dari kekuatan yang tak terbatas, sinar kasih universalnya menyinari setiap benda dan makhluk tanpa  memandang perbedaan status, suku, jenis kelamin, ras, dan golongan. "Kemuliaan dan keagungan dari Tuhan Yang Maha Esa itulah mengapa pemujaan kepada Dewa Matahari dianggap sangat penting dalam Hindu. Surya Namaskar adalah kriya, dengan aktivitas yoga di dalamnya memberikan manfaat yang baik bagi tubuh dan keremajaan organ dalam tubuh," urainya.



Dijelaskannya, Surya Namaskar sangat direkomendasikan untuk wanita dan anak-anak, sedangkan bagi pria pose Surya Namaskar dapat menjaga jantung agar tetap sehat dan mencegah tubuh terserang penyakit.



"Satu putaran Surya Namaskar dapat membantu seseorang membakar hingga 14 kalori dalam tubuhnya, dan jika melakukan Surya Namaskar hingga 30 menit, maka kita dapat membakar hingga 417 kalori. Jumlah yang sangat banyak dibandingkan dengan olahraga lainnya," paparnya. Dikatakan Widya Sena,
manfaat melakukan Surya Namaskar untuk merangsang sistem saraf yang dapat membantu membangun konsentrasi, mengaktifkan dan memperbaiki sel-sel otak, dan mencegah kehilangan ingatan.



Selain memperkuat seluruh tubuh, juga menstimulasi suplai oksigen dan mengaturnya ke semua organ vital. Fungsi lainnya untuk meningkatkan kapasitas paru-paru, memperlancar peredaran darah, dan
membuat kulit lebih berkilau. Lewat Surya Namaskar juga mampu menurunkan berat badan, mengelola kram menstruasi, mengelola tahap menopause, di samping membantu kelahiran anak relatif lebih mudah.



"Surya Namaskar juga mampu meningkatkan fungsi seksual tubuh, melumasi otot dan sendi, sehingga sangat baik  menangani radang sendi, linu panggul dan penyakit terkait lainnya," terangnya.
Meningkatkan keseimbangan mental dan fisik seseorang dan mengembangkan kesabaran dan membangun stamina dengan meningkatkan kapasitas mental otak dan tubuh, jadi bagian manfaat lain dari Surya Namaskar. Efek lain Surya Namaskar, lanjutnya, untuk meningkatkan fleksibilitas tubuh dan menghilangkan kekakuan



"Mampu juga meredakan sembelit dan membuat pencernaan menjadi sehat, kemudian
menstabilkan tekanan darah dan memperkuat otot-otot jantung, selain memijat seluruh organ tubuh bagian dalam," ujarnya.



Dijelaskannya, Surya Namaskar terdiri dari 12 sikap tubuh, yang masing-masing pose berhubungan dengan salah satu dari 12 lambang zodiak. Satu putaran yang lengkap dari Surya Namaskar yang terdiri dari 12 sikap tubuh ini dilakukan dua kali berturut-turut. Lengkap dengan Asana, Mudra, Pranayama, Bandha, dan Mantra. Kedua belas pose Surya Namaskar adalah:




1. Pranamasana (Sikap Berdoa).
Berdiri tegak dengan kedua kaki merapat. Letakkan kedua telapak tangan bersamaan di depan dada.
Kendorkan seluruh tubuh, bernafas normal, konsentrasi pada Anahata Cakra (Cakra Jantung). Ucapkan mantra 'Om Mitraya Namaha (Penghormatan kepada seluruh makhluk).
Manfaat gerakan ini  membentuk keadaan konsentrasi dan ketenangan dalam persiapan untuk latihan yang dilakukan.


2. Hasta Uttanasana (Sikap Kedua Lengan Terangkat).


Angkatlah kedua lengan di atas kepala.Kedua lengan direnggangkan sesuai lebar bahu. Tekuklah kepala dan tubuh bagian atas ke belakang. Tariklah napas ketika mengangkat kedua lengan, konsentrasi pada Visudha Cakra (Cakra Tenggorakan). Mantranya 'Om Ravaye Namaha (Penghormatan kepada yang bersinar cemerlang). Manfaatnya untuk meregangkan isi rongga perut, menghilangkan kelebihan lemak dan  memperbaiki pencernaan. Melatih otot-otot lengan dan bahu, menyelaraskan urat-urat syaraf tulang belakang dan membuka seluruh bilik paru-paru.



3. Padahastasana (Sikap Tangan Sampai Kaki).


Membungkuklah ke depan hingga jari-jari tangan atau kedua tangan menyentuh tanah pada sisi atau depan kedua kaki.
Cobalah menyentuh lutut dengan dahi, jangan tegang dan tahan agar kedua kaki tetap lurus.
Hembuskanlah napas selama membungkuk ke depan, cobalah untuk  mengerutkan perut untuk menghembuskan jumlah udara yang banyak. Konsentrasi pada Svadhistana Cakra (Cakra Seks).
Mantra :  Om Suryaya Namaha (Penghormatan kepada ia yang menyebabkan kegiatan). Manfaat
gerakan ini untuk melenyapkan atau mencegah sakit perut, mengurangi kelebihan lemak pada daerah perut, memperbaiki pencernaan, menghilangkan sembelit, memperbaiki peredaran darah, melenturkan dan menyelaraskan tulang belakang.



4. Asva Sancalanasana (Sikap Menunggang Kuda).


Rentangkan kaki kanan ke belakang sejauh mungkin. Pada waktu bersamaan tekuklah lutut kiri, tetapi tahanlah agar kaki kiri tetap pada posisi yang sama, kedua lengan harus tetap lurus dan dalam posisi yang sama. Saat pose akhir, berat tubuh harus disangga pada kedua tangan, kaki kiri, lutut kanan dan jari-jari kaki kanan. Kepala harus dimiringkan ke belakang, punggung dilengkungkan dan pandangan ditujukan ke atas.



Tariklah napas ketika merentangkan kaki kanan ke belakang. Konsentrasi pada Ajna Cakra (Cakra Mata Ketiga di tengah-tengah dahi). Mantranya   'Om Bhanave Namaha' (Penghormatan kepada yang menerangi). Manfaatnya untuk memijat organ perut dan memperbaiki fungsinya, otot-otot kaki akan diperkuat sehingga keseimbangan urat syaraf akan tercapai.



5. Parvatasana (Sikap Gunung)
Luruskan kaki kiri dan letakkan kaki kiri tersebut di samping kaki kanan. Angkat pantat menggantung dan turunkan kepala sehingga berada di antara kedua lengan, tubuh harus membentuk dua sisi segitiga.
Kedua kaki dan lengan harus lurus pada posisi akhir. Cobalah untuk menahan agar kedua tumit bersentuhan dengan tanah pada sikap ini. Hembuskanlah napas selama meluruskan kaki kiri dan membungkukkan tubuh.Konsentrasi pada Vishuda Cakra (Cakra Tenggorakan). Mantra :  Om Khagaya Namaha (Penghormatan kepada yang bergerak cepat di langit). Manfaatnya menguatkan syaraf dan otot-otot pada kedua lengan dan kaki. Melenturkan tulang belakang pada arah yang berlawanan menuju sikap sebelumnya dan lebih jauh membantu membuatnya lemas. Menyelaraskan urat syaraf tulang belakang dan memberikan syaraf-syaraf tersebut aliran darah yang segar.




6. Astanga Namaskara (Pemberian Hormat dengan 8 Anggota Tubuh).


Rendahkan tubuh ke tanah sehingga pada pose akhir hanya jari-jari kedua kaki, kedua lutut, dada, kedua tangan dan dagu yang menyentuh tanah. Pinggul dan perut sedikit diangkat ke atas. Napas dihembuskan , dan konsentrasi pada Manipura Cakra (Cakra Pusar). Mantranya :  Om Pusne Namaha. (Penghormatan kepada pemberi kekuatan). Manfaatnya untuk menguatkan otot kaki dan lengan, juga memperkuat dada.



7. Bhujangasana (Sikap Kobra).
Angkatlah tubuh dari pinggang dengan meluruskan kedua lengan. Lenturkan kepala ke belakang.
Tariklah napas saat mengangkat tubuh dan melengkungkan punggung. Konsentrasi pada Svadhistana Cakra (Cakra Seks).
Mantranya Om Hiranya Garbhaya Namaha (Penghormatan kepada diri kosmis keemasan). Manfaatnya mendorong aliran darah segar di organ perut, mengatasi sembelit, membuat otot-otot lemas, memberikan kekuatan kembali pada syaraf-syaraf tulang belakang dan melatih tulang belakang.



8. Parvatasana (Sikap gunung)
Tingkatan ini merupakan pengulangan dari pose 5. Hembuskanlah napas selama mengangkat pantat. Konsentrasi pada Vishuda Cakra (Cakra Tenggorakan). Mantra :  Om Maricaye Namaha (Penghormatan pada penguasa fajar). Manfaatnya menguatkan syaraf dan otot-otot pada kedua lengan dan kaki. Melenturkan tulang belakang pada arah yang berlawanan menuju sikap sebelumnya dan lebih jauh membantu membuatnya lemas. Menyelaraskan urat syaraf tulang belakang dan memberikan syaraf-syaraf tersebut aliran darah yang segar.



9. Asva Sancalanasana (Sikap Menunggang Kuda).


Tingkatan ini sama dengan pose 4. Tariklah napas,  konsentrasi pada Ajna Cakra (Cakra Mata Ketiga, di tengah-tengah dahi). Mantra :  Om Aditya Namaha (Penghormatan kepada Putra Aditi). Manfaatnya  memijat organ-organ perut dan memperbaiki fungsinya, otot-otot kaki akan diperkuat, keseimbangan urat syaraf akan tercapai.


10. Padahastasana (Sikap Tangan sampai Kaki.


Pose ini merupakan pengulangan pose 3. Hembuskanlah napas selama membungkuk ke depan, cobalah untuk  mengerutkan perut untuk menghembuskan jumlah udara yang banyak. Konsentrasi pada Svadhistana Cakra (Cakra Seks).
Mantra : Om Savitre Namaha (Penghormatan kepada Ibu yang penuh kebajikan). Bermanfaat melenyapkan atau mencegah sakit perut, mengurangi kelebihan lemak pada daerah perut, memperbaiki pencernaan, menghilangkan sembelit, memperbaiki peredaran darah,  menyelaraskan tulang belakang.



11. Hasta Uttanasana (Sikap Kedua Lengan Terangkat).
Pose ini merupakan pengulangan pose 2. Tariklah napas ketika mengangkat kedua lengan.Konsentrasi pada Visudha Cakra (Cakra Tenggorakan). Mantra : Om Arkaya Namaha (Penghormatan kepada yang pantas dipuji).Manfaatnya meregangkan isi rongga perut, menghilangkan kelebihan lemak dan  memperbaiki pencernaan. Melatih otot-otot lengan dan bahu, menyelaraskan urat-urat syaraf tulang belakang dan membuka seluruh bilik paru-paru.



12. Pranamasana (Sikap Berdoa)
Pose ini merupakan pengulangan pose 1. Hembuskan napas,
konsentrasi pada Anahata Cakra (Cakra Jantung). Mantra : Om Bhaskaraya Namaha (Penghormatan kepada yang membawa pencerahan). Manfaatnya membentuk keadaan konsentrasi dan ketenangan dalam persiapan untuk latihan yang dilakukan.

Editor : I Putu Suyatra
#hindu