BALI EXPRESS, DENPASAR - 13 tokoh supranatural Bali-Jawa, Jumat (30/11) sore ini ngayah, gelar Malukat Massal dan Pengobatan Gratis di Padanggalak, Sanur, mulai pukul 17.00 Wita. Masyarakat diharapkan memanfaatkan momen ini untuk mengatasi masalah sekala dan niskala yang dihadapi.
Seusai pertemuan di Ashram Meditasi Angka, Parama Dharma, Jalan Carik Bengong, Padanggalak, Sanur, Rabu (27/11) lalu, sejumlah tokoh supranatural yang menemui tokoh Meditasi Angka, Rasa Acharya Prabhuraja Darmayasa, sepakat bersama ngayah (aksi sosial), memberikan pelayanan gratis Malukat Massal dan Pengobatan Gratis kepada masyarakat.
Rasa Acharya Prabhuraja Darmayasa mengatakan, tokoh-tokoh spiritual Bali ini akan memberikan Spiritual Healing, Yoga, penanganan dan konseling Human Problem, juga sakit akibat medis dan non medis. Bahkan, lanjut Darmayasa, bila ada yang punya benda khusus yang hendak dipasupati bisa dibawa untuk nantinya dipasupati.
Ditegaskan murid tunggal Maestro Kundalini India, Acharya Kamal Kishore Goswami ini, Malukat Massal dan Pengobatan Gratis ini dilaksanakan, Jumat, 30 November 2018, mulai
Pukul 17.00 Wita di Pantai Padanggalak, Sanur, sementara pengobatan gratis digelar di Ashram Meditasi Angka Padanggalak, Sanur hingga malam hari. "Ini acara ngayah demi kesehatan dan ketenangan masyarakat yang belakangan banyak didera masalah kehidupan, banyak juga orang tua yang harus menghabiskan dana untuk berobat, sementara anak-anaknya sangat membutuhkan biaya untuk pendidikan," papar Darmayasa yang didampingi Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) Bali, Jero Gede Budiasa di Ashram Meditasi Angka, Padanggalak, Sanur, kemarin.
"Ajaklah keluarga atau kenalan untuk dibantu oleh tokoh-tokoh paranormal yang mumpuni di 'medannya' masing-masing karena tidak dipungut biaya," ujarnya. Darmayasa mengimbau agar semuanya bergabung demi kebaikan masyarakat, melalui cara, jalan, dan kemampuan masing-masing. "Bagi yang akan ikut Malukat, dipersilakan membawa satu Bungkak Nyuh Gading dan bunga lima warna, juga pakaian pengganti. Banten semuanya sudah kami siapkan, tinggal datang saja," terangnya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group), kemarin.
Usaha indah ini, lanjut Darmayasa, ternyata mendapat sambutan baik dari berbagai kalangan, termasuk tokoh-tokoh paranormal yang berdatangan ke ashram. Sejumlah paranormal dan balian se-Bali yang tergabung dalam wadah Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) Bali, sepakat jadi motor aksi ngayah ini. Jero Gede Budiasa yang juga terlibat langsung dalam aksi ini, mengatakan, sudah 13 paranormal yang menyatakan siap ngayah untuk masyarakat Bali, yakni Raden Bagus Made Bayu Giantara yang lebih dikenal dengan Master Made Bayu Gendeng, Jero Sutarman alias Baja, Raja Herbal Nyoman Santiarsa (Toto Bali Kuno ), dan Nyoman Sutana alias Jero Mangku Yogiswara. Turut juga tokoh spiritual dari luar Bali, yaitu Mbahkung Buanergis Muryono, Bunda Atik Susiati, dan Romo Cipto Rudaksa. Selanjutnya, ikut juga ngayah tokoh supranatural Jero Mangku Made Wibawa, Jero Made Sutarma, Ida Bagus Surya Miyasa, Mangku Arya SH, dan Gede Yuliarsa.
"Kemungkinan akan terus ada perubahan, karena banyak tokoh supranatural yang mau terlibat ngayah, yang punya keahlian masing masing untuk menangani masalah menyangkut sakit medis dan non medis, " ujar Jero Gede Budiasa.
Pria asal Buleleng ini menambahkan, tidak ada pantangan bagi peserta yang ikut Malukat Massal, yang sebel atau cuntaka boleh ikut, kecuali nanti masuk di ashram saat acara pengobatan. Dikatakannya, kehidupan Ashram memang lebih khusus karena ketat mengupayakan kebersihan lahir dan batin, makan pun vegetarian, atau cukup tahu tempe, garam, dan nasi putih, yang semua itu juga simbolisasi kebersihan dan kebaikan. Tahu misalnya, lanjut Jero Gede Budiasa, merupakan simbolisasi bahwa seseorang itu harus tahu kebenaran. Tempe adalah simbolisasi tempa, menekuni, juga meniru pengetahuan kebaikan seseorang. Sementara nasi putih adalah, mengisyaratkan seseorang itu harus mencari penghidupan atau merta dengan cara-cara yang bersih, dan garam (uyah), adalah simbolisasi rasa, agar seseorang itu menikmati sesuatu dari hasil kerja atau kelakuan yang bersih.
Disinggung soal Malukat dilakukan di laut, Jero Gede Budiasa mengatakan bahwa laut merupakan tempat melarung segala mala, roga, dan ikutan buruk lainnya. Proses ikutan lainnya ada Byakala, yakni pembersihan dengan banten Byakala. Sedangkan Bungkak Nyuh Gading adalah panugerahan Siwa yang juga digunakan untuk membersihkan, karena air dari Bungkak Nyuh Gading itu ibarat tirta tanpa cantel yang airnya ada dengan sendirinya. Soal bunga warna lima yang dibawa peserta, merupakan simbolisasi widyadari, kembang yang juga simbolisasi kecantikan. "Nah, jadi setelah Malukat diharapkan orang tersebut bersih secara lahir dan bathin, menjelma menjadi sosok baru untuk lebih siap melaksanakan swadharmanya masing masing yang kian mengarah kebaikan, juga kesehatan lahir dan bathin," pungkasnya.
Nama Tokoh Supranatural yang Terlibat Acara Malukat Massal dan Pengobatan Gratis
1. Master Made Bayu Gendeng (Raden Bagus Made Bayu Giantara)
2. Mbahkung Buanergis Muryono
3. Jero Gede Budiasa
4. Jero Mangku Made Wibawa
5 Jero Made Sutarma
6. Ida Bagus Surya Miyasa
7. Bunda Atik Susiati
8. Mangku Arya SH
9. Romo Cipto Rudaksa
10. Gede Yuliarsa
11. Jero Sutarman (Baja )
12. Nyoman Santiarsa ( Raja Herbal-Toto Bali Kuno )
13. Nyoman Sutana ( Jero Mangku Yogiswara )
Syarat Peserta Malukat
Perlengkapan Malukat Massal yang harus dibawa peserta : satu Bungkak (kelapa muda) Nyuh Gading, bunga warna lima, pakaian pengganti. Siapapun boleh ikut, semua umat, tidak ada pantangan khusus.