Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bulu Perindu; Diyakini Berkhasiat Pengasih-Asih, Kini Dijual Bebas

I Putu Suyatra • Senin, 17 Desember 2018 | 20:48 WIB
Bulu Perindu; Diyakini Berkhasiat Pengasih-Asih, Kini Dijual Bebas
Bulu Perindu; Diyakini Berkhasiat Pengasih-Asih, Kini Dijual Bebas


BALI EXPRESS, DENPASAR - Bulu Perindu merupakan salah satu benda klenik yang sampai saat ini masih kerap digunakan sebagai media guna-guna. Bagi masyarakat Jawa, Bulu Perindu ini juga dikenal sebagai pengasih-asih. Lantas seperti apa khasiat bulu spesial ini, hingga secara bebas juga sudah diperdagangkan.


Jaba Pura Sakenan, Serangan pada Sabtu (15/12) lalu seperti biasa tampak ramai dipenuhi para pemedek yang datang untuk tangkil. Tak hanya para pemedek, di sekitaran Pura Sakenan juga berjejer beberapa warung semi permanen. Mereka tampak menjajakan ragam produk. Namun ada satu yang sebenarnya tak lazim. Lantaran menjual benda-benda, seperti ekor pari, kayu uli, hingga berbagai jenis batu akik. Namun yang unik dari barang dagangan mereka, keberadaan botol besar, yang ternyata didalamnya terdapat Bulu Perindu. Bulu yang disebut memiliki khasiat dan dapat digunakan sebagai media pengasih-asih.


Made Jaba pemilik sekaligus penjual Bulu Perindu yang ditemui disela-sela aktivitasnya berjualannya secara gamblang mengakui manfaat dari bulu tersebut. Manfaat inilah yang membuat Bulu Perindu menjadi salah satu produk yang cukup ramai disasar pembeli, baik yang sekedar bertanya, maupun yang langsung membelinya.


"Sebagian besar pembeli yang datang lebih tertarik dengan Bulu Perindu ini, dibanding barang lainnya. Apalagi mereka yang selama ini memang punya cinta, tapi tidak kesampaian," ujarnya.


Ditanya mengenai fungsi dari Bulu Perindu tersebut, meski klenik terkait bulu satu ini sudah tak asing lagi dikalangan para pemakainya. Jaba menerangkan, bulu ini dia sebut merupakan media yang berfungsi sebagai pengasih-asih. Tidak itu saja, Bulu Perindu juga bisa menjadi pemikat.


"Secara umum, fungsinya memang lebih dikenal sebagai pemikat. Tak hanya sebagai pemikat, Bulu Perindu juga berfungsi untuk meningkatkan rasa percaya diri dan penglaris," terangnya.


Dia menjelaskan, Bulu Perindu umumnya berbentuk sepasang helaian bulu. Dimana satu bulu berwarna lebih terang dan satunya lagi berwarna lebih gelap. "Jadi Bulu Perindu itu ada yang jantan dan betina. Kalau yang jantan biasanya berwarna lebih gelap, dan betinanya lebih terang," jelasnya.


Dengan keberadaannya yang sepasang itu. Maka Jaba menyebut, Bulu Perindu baru akan berfungsi jika keduanya disatukan dalam botol khusus yang berisi minyak. "Kalau hanya satu helai, dia tidak bisa berfungsi. Karena kan Bulu Perindu itu sepasang, sehingga ada tarik-menarik. Makanya ketika didekatkan, dia akan bergerak melilit sendiri," ungkapnya.


Apa yang dipaparkannya pria ini, dibuktikan langsung ketika sepasang Bulu Perindu miliknya didekatkan. Dimana tampak jelas pasangan Bulu Perindu itu saling tarik-menarik secara sendiri. "Coba lihat, mereka saling melilitkan. Makanya itu Bulu Perindu dikatakan juga sebagai pengasih-asih," ujarnya.


Terkait cara penggunaannya. Jaba menyebut hal itu ada cara yang memang khusus. "Cara penggunaannya, misalnya dapat dengan membayangkan pasangan yang tengah diinginkan. Lalu ucapkan namanya sembari memegang botol berisi minyak dan Bulu Perindu ini. Nah setiap pagi dioleskan sedikit di atas kening," jelasnya.


Lalu apakah ada pantangan dalam penggunaannya?. Menurut pria 54 tahun ini, ada beberapa pantangan yang harus dijalankan penggunanya. Seperti tidak boleh membawa Bulu Perindu ke kamar mandi. "Jangan dibawa ke kamar mandi. Kalau menggunakan minyak juga jangan sembarang," terangnya. 


Nah jika beberapa jenis "barang" lainnya yang sudah digunakan, kadang sulit untuk lepas dari barang tersebut. Khusus Bulu Perindu, proses pelepasannya terbilang cukup gampang. Sebab seperti kata Jaba, yang seorang praktisi spiritual ini, untuk lepas dari pengaruh Bulu Perindu cukup dengan menggunakan sarana Nyuh Gading. "Nah bagi yang merasa kena pengaruh dari Bulu Perindu ataupun ingin melepas barang itu, bisa menggunakan Nyuh Gading yang diisi garam. Caranya, Nyuh Gading itu diminum, kemudian sembahyang di merajan rumah," imbuhnya.


Tapi yang menarik dari ceritanya. Ternyata pembeli Bulu Perindu ini tak hanya mereka yang ingin menggaet lawan jenis. Tapi ada juga pembeli bulu ini khusus untuk menggaet pasangan sesama jenis. "Ya ada beberapa pasangan sesama jenis yang datang untuk membeli ini kemarin. Kata mereka sih agar pasangannya selalu melihatnya menarik dan tidak berpindah ke lain hati," bebernya.


Sementara itu, terkait dengan pilihannya menjual beragam barang klenik, khusus Bulu Perindu itu. Jaba secara sekilas menyebut jalan hidupnya sebagai penjual barang-barang klenik itu dimulai saat dirinya sakit sekitar tahun 2011 hingga 2012. Dimana meski telah berobat ke beberapa dokter, namun tak ada penjelasan pasti mengenai sakit yang dideritanya. Lantaran sudah pasrah dengan sakit yang dideritanya, pada suatu hari Jaba yang awalnya sebagai nelayan itu akhirnya memohon obat di Pura Sakenan.


"Saya juga sudah mencoba berobat ke balian. Tapi hasilnya nihil juga. Sampai akhirnya saya nunas di Pura Sakenan. Dari saat itu saya akhirnya mulai mencari barang-barang seperti ini," jelasnya.


Sejak mendapat kesembuhan usai memohon kesembuhan di Pura Sakenan, dirinya mengaku mulai mendapat banyak berkah, berupa karunia dalam mencari barang barang spiritual. "Sejak itu saya belajar untuk mencari dan menemukan perlengkapan untuk kebutuhan spiritual, seperti barang-barang ini," pungkasnya.

Editor : I Putu Suyatra
#denpasar