Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ngembak Geni, Warga Munduktemu Sembahyang dan Simakrama di Pura Puseh

I Putu Suyatra • Sabtu, 9 Maret 2019 | 00:56 WIB
Ngembak Geni, Warga Munduktemu Sembahyang dan Simakrama di Pura Puseh
Ngembak Geni, Warga Munduktemu Sembahyang dan Simakrama di Pura Puseh


BALI EXPRESS, TABANAN - Sehari setelah Hari Raya Nyepi biasa disebut hari Ngembak Geni. Bagi sebagian besar umat Hindu, Ngembak Geni dimanfatkan untuk bersilahturahmi dengan keluarga atau berkunjung ke objek wisata tertentu bersama keluarga. Sedangkan bagi warga di Desa Pekraman Munduktemu, Ngembak Geni digunakan sebagai hari untuk bersimakrama antar warga.


Dari pantauan di lapangan, tepat pada hari Ngembak Geni, Jumat (8/3) sejak pagi hari warga Desa Pekraman Munduktemu sudah menyibukkan diri dengan menyiapkan sarana dan prasarana persembahyangan. Selanjutnya warga bersama-sama melakukan persembahyangan di Pura Puseh setempat. Setelah itu satu per satu warga saling menghampiri dan bersalaman untuk saling meminta maaf.


Perbekel Desa Munduktemu, I Nyoman Wintara mengatakan bahwa sudah menjadi tradisi ketika Ngembak Geni warga Desa Pekraman Munduktemu melakukan persembahyangan bersama kemudian saling maaf memaafkan dan bersimakrama. “Tradisi ini sudah dijalani sejak tahun 1960an. Warga saling bersalaman, saling meminta maaf jika pernah ada kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” ungkapnya.


Disamping itu juga ada dharma wacana dari prajuru Adat dan Dinas dan para Jero Mangku.  Hal ini dilakukan untuk mengawali Tahun Baru Caka sehingga seluruh warga bisa memulai lembar kehidupan yang baru dengan lebih baik lagi. “Jadi apa yang disampaikan dalam Dharma Wacana diharapkan bisa jadi renungan warga agar dapat menjalani kehidupan lebih baik lagi di tahun yang baru,” imbuhnya.


Tak hanya itu, dengan tradisi ini rasa persaudaraan dan kekeluargaan antar warga juga senantiasa terjalin sehingga pembangunan di Desa pun bisa berjalan dengan baik. “Kita berharap tradisi ini tetap terjaga sampai anak, cucu, cicit nanti,” pungkasnya.

Editor : I Putu Suyatra
#nyepi #hindu #tradisi #tabanan