BALI EXPRESS, BANGLI - Selain penemuan sumber air, di Pancuran Dasamala lan Widyadari Pura Taman Sari di Banjar Sama Griya, Desa Jehem, Tembuku, Bangli juga ditemukan batu hitam besar mirip peti berukuran tubuh orang dewasa, sekitar dua abad lalu. Warga maupun pemangku tidak dapat memprediksi usia batu itu. Menariknya, penekun ilmu kebatinan dikatakan mampu melihat peti itu berisi perkakas suci dan sarana obat-obatan, seperti mercu, mirah bang, keris, dan uang kepeng.
Menurut Jro Bendesa Banjar Sama Griya Ida Bagus Putu Patra, orang juga pernah melihat peti tenget masih dijaga rencangan atau makhluk gaib berwujud naga. Batu itu sudah ditempatkan di pelataran khusus berupa bata merah, dan hingga kini masih terjaga apik di dalam utama mandala pura.
“Batu besar mirip peti mati ini lantas disebut Peti Tenget atau Peti Pingit (keramat). Batu itulah yang mendasari mengapa air yang mengucur dari pancuran Naga Basuki bisa menjadi tirta penawar sakit atau obat bagi yang mengalami sakit keras,” katanya.
Sumber lain menyebut, para orang suci yang dulu bermukim di Banjar Sama Griya sempat karauhan beberapa kali. Petunjuknya tetap sama. Sumber air suci itu mesti dibuatkan 10 pancuran lagi dan dinamai sesuai fungsi dan khasiat masing-masing. Soal khasiat, pemangku pura mendapat petunjuk berdasar wahyu melalui mimpi.
Sepuluh pancuran itu di antaranya lima Pancuran Pangeleburan Mala, satu Pancuran Pangeleburan Bala, satu Pancuran Tirta Awet Muda, satu Pancuran Kesuksesan, satu Pancuran Taksu, dan satu Pancuran Tirta Spiritual bagi penekun ilmu spiritual. (habis)
Editor : I Putu Suyatra