BALI EXPRESS, GIANYAR - Ada cerita mistis terkait Pura Penataran Pande Beng di Kelurahan Beng, Gianyar. Pohon beringin besar yang ada di jaba sisi pura sangat angker, dan diyakini sebagai penjaga di kawasan suci itu.
Pohon beringin besar yang tumbuh di jaba sisi Pura Pentaran Pande Beng, bibitnya diambil dari candi bentar. Lantaran tumbuhnya pesat dan memiliki akar yang banyak, sehingga digeser dipindah ke jaba sisi pura. “Kita geser bawa ke jaba sisi pura. Dahulu ada warga mencari rumput pakan sapi di kawasan pura, tapi sapinya akhirnya mati. Saat ditanyakan ke orang pintar, katanya beringin harus dipindah. Makanya, kita taruh di jaba sisi seperti sekarang,” aku Panglingsir Pemaksan Pura Penataran Pande Beng, Pande Putu Puryata kepada Bali Express (Jawa Pos Group) akhir pekan kemarin.
Ditambahkannya, sampai saat ini beringin tersebut juga kerap dijadikan sarana upacara keagamaan. Bahkan ada juga yang menggunakan sebagai sarana pengobatan, mulai dari buah, daun, batang, hingga akarnya. “Kalau saya ungkapkan pohon beringin ini sebagai penjaga pura. Karena sempat dulu ada warga yang akan masuk ke pura, mungkin punya niat jahat , baru mau ke jaba tengah dilihatnya ular bergelantungan di pohon beringin. Padahal itu adalah daun beringinnya,” tutur Puryata.
Selain kerap berubah menjadi ular, ia juga sering melihat ular yang jatuh dari beringin tersebut. Bahkan, pada malam hari, saat rerahinan tertentu, lanjutnya, api sering terlihat berterbangan di atas pohon beringin.
“Itu pertanda di kawasan ini angker, dan tidak boleh sembarangan, apalagi punya niat tidak baik,” tandasnya.
Editor : I Putu Suyatra