Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ajarkan Gandhianisme, Ida Rsi Putra Manuaba Dapat Award Presiden India

I Putu Suyatra • Selasa, 28 Januari 2020 | 20:43 WIB
Ajarkan Gandhianisme, Ida Rsi Putra Manuaba Dapat Award Presiden India
Ajarkan Gandhianisme, Ida Rsi Putra Manuaba Dapat Award Presiden India

DENPASAR, BALI EXPRESS - India yang merayakan Republic Day setiap 26 Januari, juga jadi momen penting bagi sulinggih Ida Rsi Putra Manuaba. Pria yang sebelum didiksa Sanyasin 28 Oktober 2019 yang populer bernama Brahmacharia Agus Indra Udayana ini, diberikan penghargaan tertinggi 'Padma Shri' oleh Presiden India.


India merayakan hari kemerdekaannya pada 15 Agustus 1947, namun konstitusi India baru resmi berlaku 26 Januari 1950, yang sekaligus  menggantikan Undang-undang Pemerintah India tahun 1935,  warisan dari Kerajaan Inggris. Untuk memeringati momen bersejarah tersebut, publik India merayakan 'Republic Day'  setiap tanggal 26 Januari.


Tidak hanya euforia kemeriahan 'Republic Day' yang dirayakan di seluruh penjuru Hindustan, namun pada hari penting ini Pemerintah India juga memberikan penghargaan tertinggi 'Padma Shri Awards 2020'kepada sejumlah tokoh penting public figure, ilmuwan, dan individu yang dianggap memberikan kontribusi penting bagi kemajuan India, baik warga India maupun warga asing.



'Republic Day 2020' menjadi lebih berkesan untuk Indonesia, terutama Bali. Pasalnya, salah seorang tokoh muda umat Hindu asal Bali, Brahmacharia Agus Indra Udayana yang kini mabhiseka Ida Rsi Putra Manuaba, menjadi salah satu dari 141 tokoh yang dinobatkan menerima 'Padma Awards 2020' untuk kategori penghargaan Padma Shri.



Putra dari Guru Ketut Oka dan Anak Agung Ayu Aryani ini, menjadi satu-satunya penerima penghargaan tertinggi Pemerintah India yang berasal dari wilayah Asia Tenggara. Penghargaan tersebut diberikan oleh Pemerintah India kepada Ida Rsi Putra Manuaba, karena kontribusinya yang secara konsisten dalam bidang sosial dan kebudayaan melalui pengembangan nilai-nilai Gandhianisme di Indonesia.  



"Saya sangat mengapresiasi penghargaan tertinggi yang diberikan  Pemerintah India kepada masyarakat sipil dan tokoh dari luar negeri," terangnya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group ) di Griya  Agung Indra Gandhi Manuaba, Klungkung, kemarin.



Diakui sarjana ekonomi lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana ini, perjalanan panjang 25 tahun lebih membangun kerjasama budaya dan bagaimana kekuatan 'people to people' itu yang luar biasa. "Penghargaan Padma Shri Awards lebih khusus saya persembahkan kepada orang tua saya Guru Ketut Oka dan Ida Bhatari TuIbu Anak Agung Ayu Aryani Oka (alm) yang sudah memodali saya lahan tempat untuk saya bereksperimen bersama Shantisena menjadi Laboratorium Sosial dan Laboratorium Kehidupan," ujarnya.



Ida Rsi Putra Manuaba mengaku bahwa  fokus utamanya adalah bagaimana Shantisena tinggal mendapatkan aura positif dan inspirasi hidup melangkah terus dan semakin mantap berkarya. " Saya juga harus membagi waktu untuk India dan Bali, Indonesia. Ngawiku Ngaraga sebagai Ida Rsi Putra Manuaba untuk fokus perdalam Hindu lebih banyak sebagai Karma Yogi," terang  pendiri sekaligus Ketua Ashram Gandhi Puri ini.



Pria yang mengenyam pendidikan di  jurusan Gandhian Studies di Institute of Gandhian Studies Wardha Maharashtra, India ini, terus mengaplikasikan geraknya dalam aktivitas sosial, yang menjadi cikal bakal perjalanannya untuk mengajarkan nilai-nilai Gandhianisme di Bali melalui Gandhi Ashram Puri yang berlokasi di Kota Denpasar dan Klungkung.



Melalui Ashram Gandhi Puri, Agus Indra Udayana aktif menyebarkan nilai-nilai non-violence, kejujuran dan humanitarianisme yang dikemas dalam empat prinsip, yakni Chhattralaya, Sevagram, Griya Agung Indra Gandhi Manuaba, dan Vidya Giri.



Agus Indra Udayana secara aktif terlibat dalam berbagai forum internasional seperti religious harmony melalui inter-faith dialogue, pendidikan, budaya, dan aktif terlibat dalam berbagai aktivitas kepemudaan untuk pengembangan nilai-nilai Gandhianisme. Saat ini, Agus Indra Udayana menjabat sebagai Trustee Sarvodaya International Trust dan President Gandhi Global Family Indonesia.



Bersama KBRI New Delhi, Agus Indra Udayana juga aktif terlibat dalam kegiatan promosi budaya yang diselenggarakan di berbagai negara bagian di India, dengan Indonesia India Sanggam Inisiative, seperti kegiatan Bali Yatra dan program pertukaran budaya antara Bali dan Odisha. “Kalinga Bali Sangam di Odisha, serta kegiatan lainnya di Lucknow (Uttar Pradesh), Chandigarh, Rishikesh (Uttarakhand) dan kota-kota lainnya di India, untuk meningkatkan citra positif Indonesia di India," terangnya.



'Padma Shri Awards' pertama kali diberikan pada tahun 1954 untuk semua bidang dan disiplin ilmu, tanpa memandang ras, latar belakang, kedudukan sosial, dan gender.



Uniknya, setiap warga India berhak menominasikan namanya sendiri untuk memeroleh 'Padma Shri  Awards', termasuk bagi pelayan publik, kecuali untuk profesi dokter dan ilmuwan tidak dapat direkomendasikan sendiri, tetapi melalui pemilihan langsung oleh tim panitia berdasarkan penilaian dan kajian secara khusus.



Penghargaan tertinggi 'Padma Shri Awards' yang diserahkan langsung oleh Presiden India, Shri Ram Nath Govind dibagi menjadi tiga kategori, yakni Padma Vibhushan (for exceptional and distinguished service), Padma Bhusan (distinguished service of higher order), dan Padma Shri (distinguished service).



Selain Agus Indra Udayana, beberapa tokoh Bollywood India juga menerima penghargaan Padma Shri, antara lain Kangana Ranault (pemain film), Adnan Sami (penyanyi), Ekta Kapoor (direktur film), dan Karan Johar (produser film). Keempatnya dianugerahi Padma Shri karena kontribusi mereka dalam memajukan industri perfilman dan musik India. Sebelumnya pada tahun 2018, seniman ternama Indonesia, I Nyoman Nuarta juga dianugerahi penghargaan 'Padma Awards', karena mahakaryanya telah membangun Garuda Wisnu Kencana di Bali dan ratusan patung bercorak Hindu lainnya.



'Padma Awards 2020' diberikan kepada 141 tokoh, yaitu untuk penerima penghargaan Padma Vibhushan 7 orang, penghargaan Padma Bhushan 16 orang, dan Padma Shri sebanyak 118 orang.



Selain dari Indonesia beberapa tokoh negara lain yang menerima 'Padma Awards 2020' adalah dari Mauritius, Amerika Serikat, Brazil, Inggris, Sri Lanka, Prancis, Afghanistan, dan Kanada. 

Editor : I Putu Suyatra
#hindu