Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

AJAIB! Ada Air Bertuah di Pohon Pule Pura Taman Mumbul

I Putu Suyatra • Kamis, 27 Februari 2020 | 17:41 WIB
AJAIB! Ada Air Bertuah di Pohon Pule Pura Taman Mumbul
AJAIB! Ada Air Bertuah di Pohon Pule Pura Taman Mumbul

ABIANSEMAL, BALI EXPRESS - Pohon Pule dan Beringin ada di sebuah pura sudah biasa. Namun, keberadaan kedua pohon itu di Pura Taman Mumbul memiliki arti yang berbeda, karena ada sumber mata air deras mengalir dari pepohonan.


Di Desa Adat Kekeran, Angantaka, Abiansemal, Badung, Bali, ada sebuah pura yang sangat dikenal  warga desa sekitar. Lokasinya berada di  jalan yang sama dengan nama pura, yakni Pura Taman Mumbul. Bagi warga Desa Adat Kekeran, fungsi Pura Taman ini sangat penting, sebab semua pura ketika piodalan melaksanakan proses patirtan datang ke Pura Taman Mumbul. Air dari sumber mata air yang debitnya cukup besar, membuat warga mengalirkannya langsung melalui pipa ke sebuah sungai di sebelah barat pura. Air yang mengalir deras tersebut menjadi tempat mandi bagi warga yang ingin mandi sekaligus malukat.


Sebuah pohon Pule besar berdiri di sisi sebelah barat madya mandala pura. Pemangku Pura Taman Mumbul, Jro Mangku I Wayan Suamba, 53, mengatakan, pohon Pula merupakan bagian penting dari pura,  sebab ada air yang disucikan yang digunakan sebagai panglukatan. Pamedek yang malukat akan dimandikan dengan air suci yang merendam pohon Pule. Keberadaan air yang merendam Pule ini rupanya masih menjadi misteri.


“Kalau saya mikirnya itu dari kelebutan (mata air) di utama mandala dan juga dari dalam pohon itu sendiri, lihat saja ke dalam kolam airnya banyak sekali. Tidak pernah surut,” ujar pria paruh baya itu ketika mengajak Bali Express (Jawa Pos Group) masuk ke area pura, pekan kemarin.


Keistimewaan pohon Pule dan Beringin ini, lanjutnya, akarnya  menyebar rapi di bawah pura, seakan menopang bangunan pura karena akarnya mengelilingi pura. Akar Beringin di sebelah utara dan Pule di sebelah selatan.
Pemangku yang sudah ngayah sejak 1993 itu, mengungkapkan bahwa air yang mengelilingi pohon Pule di madya manda dibagai untuk malukat pamedek yang datang dengan berbagai keluhan. Biasanya pamedek yang malukat membawa banten pajati. Pamedek akan dilukat mandi di pancuran air kelebutan di sebelah barat pura.


Bagi pamedek yang tidak bisa berenang atau takut dengan sungai, disarankan bersama keluarga untuk mandi di pancuran air yang ada.  Biasanya  pamedek memilih mandi di pancuran sebelah utara karena lebih dekat dengan bibir sungai.


Usai melukat, pamedek akan melanjutkan dengan malukat di madya mandala Pura Taman Mumbul. Sambil berdoa kepada Beliau Ida Batara Ratu Taman yang bersatana di pura, pamedek akan dimandikan kembali dengan air dari pohon Pule.


“Pamedek ngacep (berdoa) apa keluhannya, dan memohon agar Beliau berkenan menyembuhkan sakitnya, termasuk soal pekerjaan, bahkan untuk memohon diberkati punya keturunan segera,” ujarnya.


Ditegaskannya, berdoa itu butuh keyakinan, dan sangat perlu. "Bagaimana mau sembuh kalau tidak ada keyakinan. Usai yakin dalam doa, baru kemudian pasrahkan pada Beliau,” sambung pria yang juga jadi pemangku Pura Desa dan Puseh Desa Adat Kekeran itu.


Proses malukat berlanjut dengan nunas tirta (mohon air suci) di utama mandala. Jro Mangku I Wayan Suamba akan mengambil air dari kelebutan ( sumber mata air) dan disiratkan (percikkan) ke pamedek. Pamedek juga sering membawa tempat untuk tirta agar bisa dibawa pulang. Umumnya pamedek yang melakukan hal itu berasal dari luar desa.

Editor : I Putu Suyatra
#tempat melukat #bali #hindu #pura #sejarah pura #badung