Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Besakih Paling Sempurna, Maestro Kundalini Ingin Dilahirkan di Bali

I Putu Suyatra • Sabtu, 18 April 2020 | 21:28 WIB
Besakih Paling Sempurna, Maestro Kundalini Ingin Dilahirkan di Bali
Besakih Paling Sempurna, Maestro Kundalini Ingin Dilahirkan di Bali


DENPASAR, BALI EXPRESS - Tokoh sadhu (sakti) India, Acharya Shri Kamal Kishore Goswami, seperti menemukan tempat meditasinya, ketika berkunjung ke Pura Besakih, 12 September 2002. Ketika berkunjung lagi akhir 2019, kekagumannya tak pernah sirna soal Bali.


Menurut tokoh spiritual asal Vrindavan India ini, tak ada tempat yang lebih sempurna di dunia secara Wastu Sastra, kecuali Pura Besakih. Acharya Shri Kamal Kishore Goswami yang ditemani putra keenamnya, dan  didampingi murid tunggalnya,


Acharya Darmayasa,  layaknya sudah mengenal benar areal Pura Besakih yang baru pertama kali dikunjunginya.


Parfum spray yang ada di tangannya sekali-kali disemprotkan ke sekitarnya. Badannya yang tambun direbahkan tertelungkup di pelataran Pura Besakih. Tokoh spiritual yang lekat disapa Guru Ji ini, bersujud cukup lama, sebelum mengajak anaknya untuk menatap langit. Ada sesuatu di angkasa?


Memang ada dewa-dewi yang menyaksikan. Tentu saja pemandangan itu hanya bisa dilihat Guru Ji dan Acharya  Darmayasa.


Setelah sembahyang dipimpin Jero Gede Wita, Guru Ji langsung ingin menuju ke Pura Goa Raja Besakih. Ketika menginjakkan kakinya di  tangga pertama, Guru Ji membisikkan sesuatu ke telinga Acharya Darmayasa. “Saya ingin berlari menepi untuk semedi,” papar Acharya Darmayasa mengutip perkataan Guru Ji. Setelah sampai di mulut goa, Guru Ji bersujud lagi dan melihat sekelilingnya. Ketika menyemprotkan parfum, kaleng parfum tiba-tiba bocor. Kejadian seperti itu tidak pernah terjadi, dan itu pertanda restu dari penghuni Pura Goa Raja. Menurut Jro Gede Wita, pada saat itu memang rawuh (turun) Naga Basuki dan Anantaboga untuk menyaksikan meditasi Guru Ji.


“Saya sendiri jadi gelagapan ketika ada sambutan seperti itu,” aku Jro Gede Wita. Guru Ji tak henti memandang sekeliling, dan selanjutnya meminta izin kepada Pemangku Pura Jro Mangku I Gusti  Kebayan Manik Arjawa untuk mengambil tanah di dinding goa. Setelah semadi sesaat, Jro Mangku Manik Arjawa akhirnya mencopot tanah di dinding goa untuk diserahkan ke Guru Ji.


“Saya bawa ini untuk ketenangan Indonesia,” urainya. Keanehan lainnya? Ketika hendak pulang ke Denpasar, Guru Ji tiba-tiba memerintahkan Acharya  Darmayasa untuk mengosongkan bangku di sampingnya. “Ada orang yang ikut. Kita yang mendampingi Guru Ji harus tanggap,” urai Acharya Darmayasa. Sayang, Guru Ji hanya bisa berada di Bali satu hari satu malam. Jika lebih lama lagi, keanehan pasti akan banyak terjadi bila mengikuti sepak terjangnya.


Pada 24 Juli 2017, Maestro Kundalini India Acharya Shri Kamal Kishore Goswami Ji beserta Mata Ji, kembali datang ke Bali, bertemu murid tunggalnya


Acharya Darmayasa di Ashram Meditasi Angka, Padang Galak, Sanur.  Apa yang dilakukan dua tokoh spiritual, guru dan murid ini di Bali ? Kedatangan tokoh spiritual dunia  Acharya Shri Kamal Kishore Goswami beserta Mata Ji  disambut hangat ribuan peserta Meditasi Angka di Bali.


Aktivitas utama yang dilakukan adalah memberikan pencerahan, meditasi, dan bersama mendoakan ketenangan dan kedamaian leluhur semua umat.


"Sangat banyak kawan yang pada umumnya sambil terharu dan menangis menyampaikan pengalamannya mendoakan leluhur bersama Guru Ji. Mereka mengalaminya langsung, bahkan ada yang banyak 'melihat' leluhurnya berbahagia," papar Acharya Darmayasa di Ashram Meditasi Angka, Padang Galak, Sanur.


Pria kelahiran Padangtegal, Ubud ini, mengucapkan selamat berbahagia kepada semua yang sudah ikut melakukan doa leluhur.Khususnya mendoakan beliau-beliau yang telah berjasa dalam perjuangan kemerdekaan, mereka yang meninggal dalam tragedi 30 September 65, korban bom Bali, dan korban lainnya. Dikatakannya,  ketika seseorang  mendoakan leluhur, itu sudah termasuk leluhur siapa saja, bahkan leluhur dari mereka yang 'memusuhinya'.  "Doa leluhur adalah untuk leluhur, bukan untuk perbedaan serta perselisihan dunia," urainya.


Acharya Shri Kamal Kishore Goswami mengingatkan,  bangunlah keluarga Kutumba, yaitu keluarga yang tidak mengutamakan baik-buruk dan benar-salah, melainkan mengutamakan kasih sayang dan dengan mudah saling memaafkan. "Yang mengutamakan baik-buruk dan bebar- salah akan mengantarkan kepada perpisahan dan perpecahan, sedangkan yang mengutamakan kasih sayang dan  mudah saling memaafkan, akan mengantarkan kepada kebahagiaan bersama, selamanya, " paparnya.


Dikatakannya, jangan pernah bermimpi seseorang bisa berbaring di atas awan putih yang empuk. "Jangan pernah bermimpi kita bisa mendapatkan ketenangan dan kedamaian sejati dengan berlindung pada harta benda, jabatan dan lainnya," ujarnya.


Untuk datang kepada Tuhan, lanjutnya,  seseorang  harus meminggirkan ego, dan menjadilah egoless. " Itulah kesimpulan dari keseluruhan ajaran kitab suci Bhagavad-gita,"  katanya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group).


Bila datang ke Bali Acharya Shri Kamal Kishore Goswami, pasti berkunjung ke Pura Besakih, tempat yang dinilai sangat damai dan indah. Khusus di kawasan suci ini, penemu teknik Meditasi Angka yang  akhirnya tersebar di seantero dunia ini, seperti biasa  melaksanakan persembahyangan dan sujud mencium ibu pertiwi. Pria berbadan tambun ini memang memiliki kemampuan supra yang mampu membaca masa lalu dan masa datang seseorang. Bahkan, untuk urusan sakit medis dan non medis, bisa ditanggulanginya berkat restu Yang Maha Sempurna. Pria murah senyum dan humble ini, kerap mengaku tidak bisa apa-apa, juga tidak punya kemampuan karena dirinya hanyalah perantara.


Lantaran sifat kasihnya yang tinggi terhadap siapa pun, maka tak mengherankan bila Acharya Shri Kamal Kishore Goswami bepergian ke suatu tempat, ratusan pengikut Meditasi Angka pasti akan berlomba  ikut agar bisa  mendekat untuk mendapat vibrasi khusus. Setiap berkunjung ke Bali, rasa kagumnya terhadap alam dan spirit Bali selalu meluncur dari bibirnya. "Jika aku harus lahir lagi ke dunia ini, maka aku ingin terlahirkan di Bali. Aku ingin menjadikan Bali sebagai Janma Bhumi (tempat kelahiran) dan India sebagai Karma Bhumi (tempat berkarya)," paparnya.Acharya Shri Kamal Kishore Goswami mengaku sangat kagum dengan leluhur Bali. "Saya selalu ingin sujud mencium ibu pertiwi," ujarnya.


Dan, ketika berkunjung akhir tahun 2019 lalu, Guru Ji  yang juga  sempat berkunjung ke Candi Prambanan, Yogyakarta, tak usai juga menyatakan kekagumannya dengan alam Bali. "Jaga alam untuk anak cucu kita. Lakukan perbuatan mulia terhadap alam dan sesama, juga dengan leluhur, sesuai dengan kemampuan. Karena cara seperti itu yang membedakan kita dengan binatang," pesannya.


 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #hindu