DENPASAR, BALI EXPRESS - Praktik Poligami yang lebih dominan karena memenuhi indriya dan kesadaran jasmani, sejak awal bisa dihindari. Bagaimana cara mengatasi keinginan punya istri lebih dari satu ini?
Penyesalan memang selalu datang terlambat, apalagi masalah akhirnya tak teratasi tuntas. Dicarikan madu alias dipoligami oleh suami, tentu bukan peristiwa yang menyenangkan bagi seorang istri. Seorang wanita akan merasa tersakiti dan menyesal karena sudah salah memilih pasangan hidup.
Dalam perspektif Hindu, kasus Poligami sejatinya bisa dicegah ketika masih lajang alias belum menikah.
Ida Pandita Mpu Daksa Acharya Manuaba, 72, dari Griya Agung Siwa Gni Manuaba Denpasar, mengatakan, baik pria dan wanita bisa berusaha mencegah agar ketika berumah tangga tidak sampai terjadi praktik Poligami, juga kekerasan dalam rumah tangga.
“Cara mencegah dengan melatih kesadaran Atman agar lebih menonjol dari kesadaran jasmani. Jadi, kesadaran Atmanlah yang harus mengontrol jasmani itu,” ungkapnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), kemarin.
Dalam Hindu dikatakan jodoh adalah takdir. Namun, bagi Ida Pandita Mpu Daksa Acharya Manuaba, untuk menemukan jodoh yang sesungguhnya juga diperlukan usaha oleh orang tersebut. Usaha yang dimaksudkan adalah dengan melatih kesadaran Atman seseorang agar jodoh yang sudah ditakdirkan untuk dirinya datang.
“Kalau kata orang jika hati sudah mekleteg bayune (ada rasa di dada), nah untuk menemukanya tidak mudah, kalau usaha yang dilakukan hanya melalui aksi bertemu orang dan berkenalan saja,” papar sulinggih yang pensiun menjadi dosen awal tahun 2020.
Bagaimana caranya agar kesadaran Atman itu yang bangkit? Dikatakannya, seorang wanita lajang jika berharap menemukan pria yang merupakan jodoh sesungguhnya yang datang padanya, adalah melalui latihan kesadaran Atman. Si wanita dalam latihan ini, lanjutnya, melatih pikiran agar bisa berkonsentrasi. Ketika posisi itu, pikirkan bahwa dirinya ingin menikah dan menginginkan seorang pria yang menjadi jodohnya sajalah yang akan mendekat pada dirinya. “Ketika sudah terbiasa melakukan itu, maka pancaran dari pikiran si wanita akan sampai pada si pria yang benar-benar merupakan jodohnya. Tidak akan ada pria sembarangan yang bakal mau mendekat untuk hubungan serius, selain jodohnya itu,” beber Ida Pandita Mpu Daksa Acharya Manuaba.
Latihan pikiran yang dimaksud oleh sulinggih yang mengajar tentang Agribisnis sebelum pensiun itu, bukan doa saja. Latihan pikiran ini bisa dimulai dengan meditasi, dan mulai mengucapkan keinginan untuk segera mendapatkan jodoh. “Terus dilakukan upaya tersebut. Namun ingat, jika ingin mendapat jodoh yang baik, maka bersihkanlah pikiranmu juga. Pikiran kotor tidak akan bisa membuat diri kita menemukan jodoh yang baik itu,” ungkapnya.
Jika wanita dalam meditasi mengucapakan keinginan segera bertemu jodoh, namun terdapat kemauan tidak baik, maka akan susah terwujud. "Misalnya si wanita ingin dapat jodoh pria jelek tidak apa-apa asal kaya, nanti kan bisa selingkuh juga. Nah ini maksud saya yang salah, bagaimana dapat jodoh baik kalau pikiran masih kotor,” terang Ida Pandita Mpu Daksa Acharya Manuaba.
Menurutnya, intinya lakukan dengan baik agar bisa mendapatkan jodoh yang baik dan terhindar dari hal negatif, termasuk Poligami.
Bagi pria untuk menghindarkan diri dari keinginan untuk Poligami, langkahnya sama dengan wanita. Menurut Ida Pandita Mpu Daksa Acharya Manuaba, setiap pria dalam beragama harus menonjolkan sisi spirtualnya. Tak disanggahnya, selama ini kebanyakan orang beragama, namun tidak memiliki sisi spiritual, sehingga menyebabkan kesadaran Atman tidak punya pengaruh. Padahal, seharusnya kesadaran Atman yang jadi utama.
"Kesadaran Atman ketika mendominasi akan menanamkan sifat baik pada kesadaran jasmani. Melalui kesadaran Atman yang baik bagi pria sejak lajang, maka dia akan susah terjerat oleh kepuasan indriya, termasuk keinginan Poligami,” paparnya.
Tidak hanya bisa mencegah keinginan Poligami, lanjutnya, keinginan selingkuh hingga melakukan kekerasan rumah tangga juga akan hilang, sebab kesadaran Atman dalam diri yang begitu kuat. “Seseorang yang terlalu menuruti keinginan indriya akan menyebabkannya terjerembab, dan pada akhirnya menyeret dirinya nanti masuk neraka,” tegasnya.
Ditekankannya, semua kembali dan kembali berkaitan dengan karma. “Jika seseorang melakukan Poligami, maka di kehidupan yang akan datang dia bisa pula mendapatkan hasil buah karmanya. Oleh sebab itu, tingkatkan kesadaran Atman dan selalu ingat Tuhan,” tutup Ida Pandita Mpu Daksa Acharya Manuaba.
Editor : I Putu Suyatra