Lupakanlah itu semua! Akan tetapi, untuk meneruskan keturunanmu agar keturunan Tangkas tidak putung, aku akan memberikan salah seorang istriku yang sedang hamil dan umur kandungannya baru dua bulan. Ambillah istriku untuk meneruskan keturunanmu sehingga keturunan Tangkas tidak putus. Namun satu hal yang aku minta kepadamu, janganlah kamu menghilangkan (anyapuh) persenggamaan yang telah aku lakukan. Apabila anak itu lahir, anak tersebut kamu beri nama Pangeran Tangkas Kori Agung.”
”Maafkanlah hamba Tuanku Dewa Bhatara, apabila hamba mengambil istri Tuanku, hamba akan terkutuk. Hamba takut kena tulah dan disebut langgana oleh seluruh jagat,” kata Tangkas.
”Hai Tangkas janganlah kamu berpikir demikian. Ini perintahku dan engkau harus laksanakan,” sangga Dalem
Karena merupakan perintah Dalem, istri raja kemudian diboyong ke Kertalangu untuk melaksanakan upacara perkawinan yang sangat besar, dengan mengundang banyak keluarga.
Beberapa bulan setelah perkawinan, lahirlah seorang putra yang sangat tampan dan gagah perkasa yang diberi nama PANGERAN TANGKAS KORI AGUNG. Sejak saat itu wilayah Kertalangu bergairah kembali.
Beberapa sumber menyebutkan, istri raja yang dianugerahkan kepada Kiyayi Tangkas pada masa mudanya bernama Ni Luh Kayu Mas, yang berasal dari keluarga Bendesa Mas. Karenanya Pangeran Tangkas Kori Agung secara biologis adalah putra Dalem, tetapi secara adat adalah keturunan Arya Tangkas.
Setelah Pangeran Tangkas Kori Agung menginjak remaja, beliau sering datang dan menghadap Dalem di Gelgel. Melihat hal ini, akhimya Dalem meminta Pangeran Tangkas Kori Agung menikahi putri keturunan Arya Kepasekan. (Bersambung).
Editor : Nyoman Suarna