Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Usada Pamunah Cetik (2) : Racun Mengeluarkan Darah 

I Komang Gede Doktrinaya • Kamis, 25 Februari 2021 | 19:25 WIB
Usada Pamunah Cetik (2) : Racun Mengeluarkan Darah 
Usada Pamunah Cetik (2) : Racun Mengeluarkan Darah 

DENPASAR, BALI EXPRESS-Usada Pamunah Cetik ini diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku 'Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali' yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991).


Berikut jenis racun yang di Bali dikenal dengan nama Cetik, gejalanya, dan ramuan yang bisa dimanfaatkan untuk obat.


Racun Kakecretan (disemprotkan). Demam tinggi, badan amat sakit. Sarana: tahi sapi yang baru dikeluarkan, dibubuhi beras untuk bedak badannya. 


Racun Air Keras. Badannya hitam kebiru-biruan seperti dipukul. Sarana: air pokok pisang yang busuk, diminum. 


Racun Ancar. Mengeluarkan darah. Sarana: air kelapa gading yang muda belum ada isinya, getah cemara (Casnarina equisetifolia L. casuarinaceae), diasab, cenana-jenggi, diasab. Minyak cukli tulen, lalu dimasukkan ke dalam kelapa muda, diminum. 


Racun Palesir. Sakitnya muntah berak dan mulut tidak bisa dibuka. Sarana: minyak jrungga, diminum. 


Cetik Suduk Rabi.  Suduk adalah tikan, sedangkan Rabi adalah istri. Sakitnya mencret dan perut kembung. Sarana: lumpur di kubangan babi, jasun, jangu, diperas lalu disaring, kemudian diminum.


Racun Kerikan Gangsa (perunggu dikerik). Sakit kuning pada mata, bulu-bulu melengkung. Lama kelamaan menjadi batuk darah. Sarana: putih telur matang karena direbus, rumput lepas, temutis (Curcuma Purpurancens BI. Zingiberaceae), jeruk, diminum.


Racun Warangan (Arsenicum). Penyakitnya, mata merah, kuku berwarna darah. Sarana: rempah-rempah, air jeruk, gula, kelapa, diminum.


Obat Pembasmi Racun. Sarana: kunir warangan, santan, gula sari, babadang, ditambus untuk jamu. 


Editor : I Komang Gede Doktrinaya