DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam masalah kesehatan, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan sarana untuk mengatasi sakit dirangkum dalam Aji Kreket.
Aji Kreket diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku 'Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali' yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991).
OM AM UM MAM membasuh mukaku singa beruang, di depanku macan putih, dibelakangku Detya Denawa dan Pisaca, kilat semilium di atasku, Sang Garuda Hitam di dadaku, tubuhku api melayang, barang siapa berani kepada diriku.
Semua Bhuta Kala cemas, semua racun maupun bisa cemas, semua yang sakti pada cemas, semua mantra sakti pada cemas, semua sihir berupa teluh (dengan konsentrasi si penyihir mencelakakan orang) dan Taranjana (setengah manusia dan setengah jadi-jadian ingin memangsa korbannya), desti (sihir dengan sarana benda imajiner), tiwang (bencana pada fungsi dan organ tubuh, moro (sihir yang menimbulkan penyakit tumor), babahi (sihir yang dibuat dari janin manusia, terutama bayi yang lahir prematur) menjadi cemas.
Bisa dan racun punah karenanya, bila berhadapan dengan diriku, jadi sepi hampa tidur, aku bertuah Sang Hyang Licin, anakku Nawaruci, cucuku Sang Hyang Cintya, anak dari cucuku (Bali : kumpi atau kompyang) Sang Hyang Taya, buyutku Sang Hyang Siwa, yang menyangga diriku Dewa Nawasanga, aku junjungan semua dewata, Sang Hyang Licin adalah rambutku, kepalaku Nawaruci, mukaku Sang Hyang Cintya, wajahku Sang Hyang Taya, leherku Sang Hyang Siwa, tubuhku Nawasanga, suaraku Saraswati, darahku Bhatara Brahma, hidupku Bhatara Wisnu, rakhmat dewata.
Sesudah itu merafal mantra dengan memegang bunga cempaka putih (Michelia champaca L. Magnoliaceae), dengan membayangkan keluarnya api dari merahnya mata kanan, dengan mantra: OM AM api keluar dari merah mataku kanan, AH air kehidupan keluar dari hitam mataku sebelah kiri. OM AM AH.
Setelah mengucapkan mantra, bunga diberika mantra (Bali : irek, dipegang diantara telunjuk dan ibu jari kanan dalam radius kecil diedarkan menurut arah jarum jam) sebanyak 3 kali, AM UM MAM. Selanjutnya dioleskan pada mata 3 kali. Di kanan OM, dikiri OM AM air amreta (air kehidupan) Sanjiwani dari Dewata. Lalu Bunga itu disisipkan di telinga.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya