SINGARAJA, BALI EXPRESS-Rerajahan banyak fungsinya. Jenis rerajahan (rangkaian aksara gambar magis) untuk sarana kekebalan pun ada beragam. Rerajahan kekebalan sangat banyak terdapat di dalam Lontar Nawa Kenda.
Rerajahan ini berfungsi untuk melindungi agar senantiasa kebal serangan baik yang dilakukan secara skala dan niskala.
Made Gami Sandi Untara, S.Fil.H, M.Ag, merinci, rerajahan yang difungsikan untuk kekebalan yaitu Rerajahan Sang Hyang Ganda Pati. Rerajahan ini sering digunakan sebagai penyelamat jiwa atau pangemit jiwa (atma raksa).
Ada juga Rerajahan Sang Hyang Aji Kretek. Rerajahan ini fungsinya untuk jimat. Rerajahan ini dipakai sebagai alat kekebalan dalam peperangan, jadi wasiat dari rerajahan ini adalah kebal (teguh) terhadap segala macam senjata.
Rerajahan Sang Hyang Raja Pemalah Maha Wisesa. Fungsinya adalah sebagai kekebalan (keteguhan). Rerajahan Sang Hyang Puja Musti, fungsinya adalah sebagai pengemit jiwa.
Sarananya dirajah pada emas, selaka dan tembaga. Cara penggunaanya dipakai sebagai ikat pinggang (sabuk).
Rerajahan Sang Hyang Rama Wijaya fungsinya adalah untuk kekebalan dalam peperangan (tan kenen baya ring payudan). Maksudnya, apabila rerajahan ini dipakai dalam peperangan, maka segala bahaya akan dapat dihindari, sarananya bebas.
Rerajahan Sang Hyang Mandi Raksa fungsinya adalah mengantisipasi jika musuh berbuat curang dan ingin membahayakan di waktu tidur. Jadi, untuk mengatasi masalah ini, dipakailah rerajahan penjaga jiwa (pangemit jiwa) pada waktu tidur.
Rerajahan Sang Hyang Wisnu Murti kalih Cakra Sudarsana. Fungsinya sebagai penjaga jiwa atau pangemit jiwa. Maksudnya supaya tubuh tetap kebal, sarananya bebas.
Rerajahan Sang Hyang Ayu, fungsinya untuk kekebalan (keteguhan) di waktu perang. Jika memakai rerajahan ini bisa mengakibatkan musuh menjadi lemah dan kalah, sarananya bebas.
Rerajahan Sang Hyang Acintya funginya adalah supaya badan tetap selamat dan segala rintangan akan hilang (pangeraksa jiwa). Sarananya bebas. Rerajahan ini memakai sarana sedah temu rose (sirih yang seratnya sama). “Fungsinya sebagai penjaga jiwa waktu malam hari dan waktu bepergian. Cara penggunaannya, sirih yang sudah dirajah dikunyah kemudian disemburkan,” paparnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya