Tujuan dari sebuah perkawinan adalah untuk memperoleh anak. Sebab, kelak diharapkan anak menjadi penyelamat keluarga, membebaskan leluhur dari api neraka. Untuk itulah seorang anak disebut putra. Artinya dapat membebaskan orang tua, atau leluhur dari penderitaan alias neraka. Itulah sebabnya kehadiran seorang anak begitu penting bagi keluarga.
Gami Sandi mengatakan Anak atau rare yang dapat membebaskan penderitaan keluarga, menjadi tempat berlindung orang tuanya. Hingga akhirnya kemudian menjadi penerus keturunan, haruslah anak yang baik. “Rare yang utama yang di dalam sastra Kanda Pat Rare disebut sebagai suputra,” jelasnya.
Di dalam Lontar Anggastyaprana disebutkan bahwa kalau “pertemuan” (persenggamaan) tidak diatur oleh ketentuan-ketentuan, maka tiada bedanya bagaikan pertemuan atau perkawinan binatang kidang atau menjangan. Selanjutnya disebutkan pula, kalau sang istri sedang tidak suka untuk digauli, hendaknya jangan dipaksa atau diperkosa, jangan mencaci-maki dan lain-lain.
Begitu pula pada saat si istri sebel ring dewek (menstruasi) jangan diajak bersenggama. Kalau dipaksa, maka persenggamaan itu leteh dan cuntaka. Seandainya itu terjadi, dan kebetulan menghasilkan pembuahan.
“Maka anak yang lahir, akan membawa bermacam-macam penyakit, nakal dan angkuh terhadap ibu bapaknya, sangat menyusahkan orang tuanya. Akibat lainnya adalah sang istri sering mengalami keguguran,” katanya.
Di dalam lontar Putra Sasana dijelaskan bagaimana keutamaan seorang anak suputra: Mapa palaning suputra, pari purna dharmayukti, subhageng rat susilanya, ambek santa sedu budi, kinasihaning nasemi, pada ngakwa sanak tuhu, sami tresna sih umulat, apan wus piana ageng widhi, yan suputra unggul ring sameng tumitah”.
Jika diartika, “Bagaimanakah pahala seorang suputra yang sempurna dan berbuat dharma, termasyur susila dan bagus, hatinya damai dan berbudi mulia, setiap orang mengasihinya, semua mengaku keluarga, semua jatuh hati melihatnya, oleh karena Tuhan telah memastikan bahwa, orang-orang yang suputra unggul di antara semua mahluk”.
“Untuk menciptakan atau mendapatkan anak atau rare yang suputra, amat tergantung kepada upaya-upaya yang anda lakukan. Ada tata karma senggama yang harus anda jalani,” pungkasnya. (Habis)
Editor : Nyoman Suarna