DENPASAR, BALI EXPRESS - Krama pengempon pura Maspait, Banjar Singgi dan Banjar Langon, Desa Adat Intaran, Sanur melaksanakan upacara Ngeratep , Melaspas, Mepasupati serta Mejaya-jaya Pelawatan Ida Ratu Mas dan Ida Ratu Ayu, Rabu (15/12). Upacara bertepatan dengan rahina Buda Kliwon Pahang ini juga dirangkaikan dengan Pujawali Ida Sesuhunan di Pura Maspait.
Ketua Panitia acara Jro Wayan Sudiana Tambyak mengungkapkan, makna upacara Ngeratep ini untuk mengembalikan taksu Ida Bhatara agar kembali berstana di pelawatan masing-masing. Sebab sebelumnya, taksu Ida Sesuhunan distanakan atau dilinggihkan di daksina.
Mengingat, pelawatan Ida Bhatara berupa barong, rangda putih, rangda merah, pelawatan Cupak, topeng jauk dan telek dilakukan perbaikan setelah hampir 11 tahun tidak dilakukan perbaikan. Kemudian, pelawatan akan dipelaspas dan dipasupati. “Pengratepan dilakukan agar pelawatan dapat kembali ngerajegin wewidangan kami di Banjar Singgi dan Langon ini,” paparnya.
Jro Wayan Sudiana memaparkan, upacara Ngeratep, Pamelaspan dan Pasupati ini telah diawali dengan upacara Ngetus pada Purnamaning Kapat, September 2021. Upacara Ngetus atau Munggel merupakan prosesi memindahkan taksu Ida Bhatara dari pelawatan ke daksina linggih masing-masing. Selama tiga bulan sejak upacara Ngetus, dilakukan ngodak prerai yang dikerjakan oleh undagi dari Griya Gede Delod Pasar, dibantu beberapa seniman lokal.
Puncak karya dilaksanakan pada Buda Kliwon Pahang (15/12) bertepatan dengan pujawali Ida Sesuhunan di Pura Maspait. Rangkaian prosesinya diawali dengan prosesi Meprani, kemudian memendak sesuhunan Ida Ratu Ayu dari Kebon Kori. Setelah itu, barulah Ida Pedanda akan melakukan prosesi Ngeratep, Pemelaspasan, Pasupati, Ngelinggihang atau mestanakan taksu beliau di pelawatan berupa barong, rangda dan yang lainnya. “Terakhir dilakukan upacara Mejaya-jaya, kemudian dilanjutkan dengan pujawali,” ungkapnya.
Prosesi selanjutnya pada Kamis (16/12) dilakukan melasti ke segara. Sebelum itu akan dilakukan pemendakan Ida Bhatara dari Dalem Gulingan Gede sebagai symbol bertemunya para sesuhunan Gulingan Gede dan Pura Maspait.
Kemudian pada (17/12) prosesi dilanjutkan dengan napak pertiwi Ida Bhatara Sami saking Gulingan, Ida Ratu Biang Sakti Bali Beach, Ida Ratu Ayu Mas Dalem Ped Penyaringan-Negara.
Pada tanggal (18/12) prosesi napak pertiwi dilakukan oleh Ida Ratu Ayu Kebonkuri, Ida Ratu Ayu Maspait serta pementasan calonarang Ida Ratu Mas. “Prosesi terakhir adalah semua pelawatan Ida Bhatara budal ke yogan (stana) masing-masing, tetapi terlebih dahulu akan mapamit dari Maspait kemudian ke Dalem Kedewatan,” pungkasnya.
Sementara itu, Klian Gede Pemaksan Anak Agung Ngurah Pujawan mengatakan, dana yang dihabiskan untuk upacara ini mencapai Rp 600 juta. Dana tersebut bersumber dari urunan krama (warga) dan bantuan dari pemerintah. Terkait pencegahan Covid-19 saat pelaksaan karya suci ini, Agung Pujawan mengatakan, tetap mengedepankan protokol kesehatan dengan penyediakan tempat cuci tangan dan pemakaian masker. (win) Editor : Nyoman Suarna