Menurut Dosen Teologi STAHN Mpu Kuturan Singaraja Ni Made Yunitha Asri Diantari, kecantikan wanita dapat dilihat melalui sikap lemah lembut dan anggunnya seorang wanita ketika berbicara. Hal ini kemudian dapat diumpamakan sebagai seekor angsa. Angsa jika ditelisik dari maknanya melambangkan keanggunan, kecantikan dan keindahan.
Seorang wanita dapat diibaratkan sebagai seekor angsa yang mampu memikat hati orang ketika melihatnya dan sangat ingin memilikinya. Secara mendalam perumpamaan seekor angsa kembali dipertegas oleh pada teks Smara Tantra wirama XI bait 1-2.
“Seluruh bagian tubuh dari wanita memiliki pesona yang luar biasa, yakni pada bagian mata yang tajam, sehingga mampu membuat luluh hati yang menatapnya.”
Ni Made Yunitha Asri Diantari (Dosen Teologi STAHN Mpu Kuturan Singaraja)
Wanita yang bersih tampak seperti angsa yang tidak pernah kemana-mana, dalam kejernihan air yang tenang dan sedang bercinta segalanya akan terasa indah, keindahan pesona wanita terpancar apabila sedang dalam kepuasan, puas dalam permainan cinta sebabnya telah dikuasai nafsu yang bergelora.
Pancaran kecantikan wanita nampak jelas terpapar dalam kutipan teks tersebut, terkhusus dalam keadaan bercinta, pesona keindahan wanita terpancar saat merasakan puas dalam permainan cinta dan karena nafsu yang bergelora.
Tak hanya diibaratkan seperti seekor angsa, pada Smara Tantra XV penglihatan wanita seperti burung elang.
“Seluruh bagian tubuh dari wanita memiliki pesona yang luar biasa, yakni pada bagian mata yang tajam, sehingga mampu membuat luluh hati yang menatapnya,” ujarnya.
Jika dikaitkan dengan masa sekarang cantik tidak hanya dilihat dari segi fisik. Namun juga sikap dan karakternya. Sehingga, kecantikan alami pada tubuh wanita muncul tanpa harus melakukan operasi.
“Setiap wanita dianugerahi kelebihan masing-masing yang mampu memikat dan mempesona sekitar,” paparnya.
Smara Tantra juga menjelaskan mengenai sensualitas wanita untuk dapat membuat pasangannya merasa senang, sebagaimana yang termuat dalam teks berikut: Jika bagian kewanitaannya itu sempurna berarti ia sangat tulus dalam temukan kenikmatan bercinta, kemaluan wanita yang besar sangat berarti, beda pula wanita yang memiliki pinggul besar, hal itu merupakan kelebihannya apalagi disertai dengan bagian kewanitaan yang besar tadi, begitu pula jika dihiasi oleh bulu maka akan tercipta keindahan demikian lah seorang wanita yang sempurna.
Apabila ada istri (wanita) yang langsing perutnya, menarik dari segala hal. Berarti ia pembawaannya baik. Smara Tantra juga mengarahkan kepada kaum wanita untuk mempelajari cara menyenangkan pasangannya secara alami seperti yang dianugerahkan Tuhan.
“Tampil cantik laksana para bidadari dalam berbagai susastra suci tentu dapat memikat setiap mata yang memandangnya. Terpenting agar wanita mampu menjaga keindahan tubuhnya yang alami. Menjaga dengan cara merias dan membersihkan diri setiap hari. Sehingga pesona kecantikannya akan mampu pula membangun hubungan sensual yang baik dan menyenangkan,” tegasnya. Editor : I Putu Suyatra