Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jro Balian di Desa Julah Wajib Jalani Memarek, Mepaum hingga Nyampi

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 12 Januari 2022 | 15:32 WIB
Suasana di Desa Julah, Kecamatan Tejakula pada Selasa (11/1) pagi (I Putu Mardika/Bali Express)
Suasana di Desa Julah, Kecamatan Tejakula pada Selasa (11/1) pagi (I Putu Mardika/Bali Express)
Upacara keagamaan di Desa Julah, Kecamatan Tejakula tidak lepas dari peran Jro Balian sebagai pemimpin upacara untuk lingkup keluarga maupun kelompok di Sanggah Misi. Peran Balian di Desa Bali Aga ini tergolong vital, sebab tak sembarangan bisa menduduki jabatan sakral ini.

Kelian Desa Adat Julah, Ketut Sidemen mengatakan, syarat menjadi Jro Balian di Desa Julah tidak ada kaitannya dalam dunia usada atau pengobatan tradisional. Namun, peran Balian erat kaitannya dengan muput upacara di Desa Julah memang didasarkan atas keturunan, khususnya di Sanggah Misi.

Sanggah misi merupakan tempat suci yang umumnya disungsung antara lima kepala keluarga hingga puluhan KK. Setelah mengalami pengesahan secara skala dan niskala, saudara tertua itu layak menjadi seorang jro Balian.

Dikatakan Sidemen, saudara tertua tersebut wajib melalui rangkaian upacara memarek, mepaum dan nyampi. Memarek umumnya dilaksanakan setelah upacara perkawinan dilaksanakan. Memarek bisa diartikan sebagai matur piuning jika yang bersangkutan sudah menikah dan menempuh masa grahasta.

Bahkan, memarek bisa diidentikkan dengan upacara pawintenan manusa yadnya.“Upacara ini sebagai bentuk penyucian diri bersama istri untuk dapat melakukan pengabdian pada desa,” ujarnya Selasa (11/1) siang.

Sedangkan upacara mepaum bisa dimaknai sebagai lanjutan dari upacara memarek. Secara makna, memarek sebagai upaya merapatkan krama agar memberikan saksi secara skala dan niskala di Pura Kahyangan Tiga, yang diikuti oleh dulun-dulun desa, nyarikan desa, perbekel dan krama desa. Mepaum sering dilaksanakan saat Sasih Kapat dan Kalima.

Kemudian ritual Nyampi menjadi upacara yang terakhir dijalani seorang calon Jro Balian. Nyampi dimaknai sebagai kata nampi yang berarti menerima pengetahuan spiritual secara niskala. Nyampi juga diartikan sebagai penutup, sehingga dimaknai sebagai syarat akhir yang wajib dilalui seorang jro Balian.

Nyampi dilaksanakan di Pura Pengaturan. Pura ini terletak di hutan Desa Adat Julah. Bahkan, secara fungsi, Pura Pengaturan ini menjadi tempat suci untuk melakukan upacara pawintenan. Sarana yang digunakan juga adalah hewan sapi.

Pura Pengaturan yang ada di dalam hutan Desa Julah itu bisa menjadi simbol wanaprastha untuk menjalani pengasingan dan menimba ilmu pengetahuan secara niskala, sebelum menjadi Jro Balian dan mendapat tugas muput di sanggah misinya,

“Jro Balian diharapkan bebas dari ikatan indrawi melalui upaacara nyampi, karena akan menjadi pemimpin upacara panca yadnya,” paparnya. (bersambung) Editor : I Dewa Gede Rastana
#desa julah #wajib memarek #niskala #sekala #jro balian