Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tari Baris Kupu-Kupu Jadi Tarian Sakral, Wajib Dipentaskan saat Pujawali

I Dewa Gede Rastana • Kamis, 10 Februari 2022 | 14:16 WIB
Pementasan Tari Baris Kupu-Kupu di Pura Dalem Dasar Desa Adat Bungkulan (I Putu Mardika/Bali Express)
Pementasan Tari Baris Kupu-Kupu di Pura Dalem Dasar Desa Adat Bungkulan (I Putu Mardika/Bali Express)
Tari Baris Kupu-Kupu di Pura Dalem Dasar, Desa Adat Bungkulan menjadi salah satu tarian sakral yang wajib dipentaskan saat pujawali. Bahkan, jika tidak dipentaskan, maka diyakini akan menimbulkan wabah bagi desa setempat.

 

Tokoh adat Desa Bungkulan, Dewa Ketut Djareken mengatakan Tari Baris Kupu-kupu merupakan salah satu bentuk tarian yang digunakan untuk mengiringi persembahan kepada Ida Bhatara Bhatari yang melinggih di Pura Dalem Dasar, Desa Bungkulan. Tarian ini sudah diwarisi secara turun temurun.

Djareken menyebut, keyakinan masyarakat tentang tarian ini sangat kuat, tarian ini haruslah dipentaskan pada saat adanya Piodalan di Pura Dalem Dasar Desa Bungkulan. Konon dulu pernah tarian ini tidak dipentaskan saat pujawali dan diganti dengan tarian lain. Akbatnya adanya suatu wabah yang berkepanjangan.

“Sehingga masyarakat merasa takut, lalu untuk menanggulanginya maka dibuatlah upacara Guru Pidukha di Pura Dalem Dasar. Setelah kejadian itu masyarakat tidak berani lagi untuk mengubah tradisi yang sudah mereka warisi secara turun temurun,” ujarnya.

Dikatakan Djareken, prosesi pementasan Tari Baris Kupu-kupu dilaksanakan sebanyak dua kali yaitu pada saat selesai ngaturang banten piodalan dan pada saat diadakan upacara pengelebar. Tarian ini di pentaskan di Jeroan Pura, tepatnya di ajeng linggih Ida Bhatara.

Proses untuk memperoleh kesucian ini diawali dari kesucian para penarinya. Para penari yang dipilih benar-benar memiliki aura kesucian secara sekala dan niskala. Secara sekala kesucian ini dilihat dari kesucian jasmaninya.Para penari diberikan upacara penyucian terlebih dahulu.

Sedangkan secara niskala pemilihan ini dipilih melalui metunyang atau atas pilihan Ida Bhatara-Bhatari lewat para pemangku. “Ini dipentaskan oleh lima orang penari yang masih remaja dan masih perjaka, kelima penari ini terdiri dari dua pasang sebagai baris kupu kupu dan satu orang sebagai pelik,” ungkapnya.

Lanjutnya, Tari Baris Kupu-Kupu juga sebagai ungkapan terima kasih kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala waranugrah-Nya. Selain itu juga sebagai bentuk syukur kepada leluhur dan raja terdahulu yang sudah memberikan keturunannya dan masyarakatnya keselamatan, daerah dan tempat yang subur, makmur dan perlindungan sejak zaman dahulu sehingga sekarang masyarakat atau keturunannya menikmati.

“Sehingga masyarakat wajib memberikan persembahan kepada Tuhan, para dewa dan leluhur persembahan yang suci agar selalu dalam lindunganya. Pementasan ini bertujuan untuk menurunkan Ida Bhatara yang bersthana di Pura Dalem Dasar supaya berkenan atas segala persembahan” paparnya. (bersambung) Editor : I Dewa Gede Rastana
#pura dalem pasar #ucapan syukur #tarian sakral #tari baris kupu-kupu #buleleng