Dalam video yang diunggah di kanal Youtube Kiswara Supranatural Art yang berjudul “Cetik Croncong Polo ! Cetik Halus ! ia berbagi kisahnya dalam membuat minyak pengobatan segala penyakit terutama cetik. Setelah mendapat pawisik, Jro Mangku Kiswara diperintahkan untuk mencari 33 jenis kelapa dan 33 jenis kepasilan (benalu). Dari 33 jenis kelapa itu di antaranya kelapa bojog, kelapa sudamala, kelapa rangda, dan kelapa kosong. Ia pun tak merinci semua jenis kelapa yang dibutuhkan. Sementara itu, dari 33 jenis kepasilan yang dibutuhkan, beberapa di antaranya seperti kepasilan bunga mawar, kepasilan Bunga jempiring, kepasilan don kelor, dan kepasilan pohon sakti. Namun satu jenis kepasilan yang sulit ia temukan yaitu kepasilan bambu.
“Meski sulit dicari, tiba-tiba datang orang dari Sepang bernama Jro Mangku Sumardi dengan iklas memberikan kepasilan bambu itu,” jelasnya.
Ketika semua bahan telah terkumpul, pembuatan minyak dilakukan pada hari Kajeng Kliwon Enyitan. Ke-33 jenis kelapa dibuat menjadi minyak, kemudia ke-33 jenis kepasilan ditumbuk dan dibungkus dengan kain putih. Setelah itu kepasilan yang telah dibungkus dimasukkan ke dalam toples berisi minyak kelapa. Toples tersebut pun ditanam di depan sanggah Kemulan selama 33 hari. “Nah minyak inilah yang biasanya tyang gunakan untuk mengobati saudara kita dengan berbagai keluhan,” ungkapnya.
Jro Mangku Kiswara memaparkan cara penggunaan minyak obat miliknya. Caranya, bungkak (kelapa) hijau yang sudah dikasturi, ditetesi minyak pengobatan menggunakan keris penugrahan sesuhunan. Kemudian, air kelapa tersebut diberikan kepada pasien. Obat ini bisa diberikan 3 hingga 4 kali tergantung dari tingkat keparahan penyakitnya. Efek yang ditimbulkan setelah meminum air kelapa tersebut biasanya berupa muntah-muntah. Jika kulit terasa gatal-gatal, pertanda racun telah keluar. “Biasanya racun akan dikelarkan melalui bibir dan ujung-ujung jari,” jelasnya. Editor : Nyoman Suarna