Menurut Pandhita Yogiswara, pada Tumpek Krulut dewa yang dipuja adalah Sang Hyang Iswara. Kalau berbicara mengenai Tumpek Krulut, berarti kita berbicara masalah lulut atau dalam bahasa umum artinya cinta atau love.
Gamelan diidentikkan dengan Tumpek Krulut karena gamelan mengeluarkan suara. Alunan suara gamelan yang diharmonisasikan akan menghasilkan suara yang indah. Gambelan itu terdiri dari banyak instrumen. Meski berbeda-beda suara, ketika dipukul bersamaan sesuai fungsinya, maka akan melahirkan satu melodi atau alunan musik yang indah.
“Gamelan ini merupakan simbolis Rwa Bhineda. Jika dipukul satu per satu tidak akan menghasilkan suara yang indah, tetapi jika diharmonisasikan sesuai fungsi, akan menghasilkan suara yang indah,” jelasnya, Kamis (21/07).
Gamelan saja yang dimuliakan pada saat Tumpek Krulut? Ida Pandhita Yogiswara menyebut, semua alat music yang menghasilkan suara dapat dimuliakan pada perayaan hari suci ini.
Sementara jika dikaitkan dengan hari kasih sayang, Ida Pandhita menyebut, hanya dengan bersuara seseorang bisa mengungkapkan rasa sayangnya dengan orang lain. “Jika tidak bersuara, bagaimana mungkin seseorang tahu kalau kita menyayanginya,” pungkasnya. Editor : Nyoman Suarna