Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tari Baris Jangkang Pelilit Wajib Ditarikan 9 Orang

I Komang Gede Doktrinaya • Sabtu, 30 Juli 2022 | 18:10 WIB
PENTAS : Tari Baris Jangkang khas Desa Adat Pelilit pentas beberapa tahun lalu. Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Klungkung.
PENTAS : Tari Baris Jangkang khas Desa Adat Pelilit pentas beberapa tahun lalu. Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Klungkung.
KLUNGKUNG, BALI EXPRESS- Tari Baris Jangkang di Desa Adat Pelilit, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, terbilang tua. Tarian ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-7.

Baris Jangkang di desa adat ini disakralkan masyarakat. Karena itu, para sekaa atau krama adat menggelar upacara khusus, atau menghaturkan sesaji berupa banten setiap rahina Buda Kliwon Ugu.

Menurut Bendesa Adat Pelilit I Wayan Satu Antara, Tari Baris Jangkang tergolong tarian sakral karena dipentaskan saat ada upacara adat. Sasolahan atau tarian dipentaskan setiap ada pujawali di Pura Desa, Pura Dalem, Pura Puseh maupun pura-pura lain yang disungsung oleh Desa Adat Pelilit.

Tarian ini juga menari keliling desa ketika terjadi musim kemarau yang berkepanjangan di Desa Pelilit. Termasuk saat ada warga desa yang membayar kaul.
Karena tidak lepas dari kegiatan warga sehari-hari, upacara khusus digelar. Apalagi Baris Jangkang sebagai tarian penolak bala, upacara sebagai rasa hormat dan syukur, sekaligus wujud masyarakat memuliakan Tari Baris Jangkang.

Baris Jangkang umumnya ditarikan oleh sembilan orang. Sesuai filosofinya, menyesuaikan sembilan penjuru arah. Bahkan jumlah ini adalah wajib. Tidak boleh kurang. “Karena tidak boleh kosong. Wajib sembilan orang sesuai arah mata angin dan fungsi tarian untuk upacara,” kata Wayan Satu.

Adapun sarana yang dipakai dalam tarian ini adalah tombak dengan ujung berisi daun ilalang. Ini sebagai simbol kekuatan saat terjadi penyerangan oleh desa lain ke Desa Pelilit pada masa lampau.

“Konon salah satu tokoh setempat, Jro Wayan Kulit mencabut daun ilalang yang ditaruh di telinga, akhirnya musuh pun lari jungkang jungking tidak jadi menyerang,” tukas Wayan Satu.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#ritual #bali #Desa Adat Pelilit #balinese #Tari Baris Jangkang Pelilit #Wajib Ditarikan 9 Orang #hindu #pura #budaya