Ada beragam kisah saat mantan Ketua KPU Bali periode 2008-2013
ngayah menari Topeng Sidakarya.
Tidak jarang ada beberapa kali masyarakat yang menanyakan kebenaran program gratisnya itu. Masyarakat menanyakan itu bukan tanpa alasan, mengingat ada yang ngupah dengan biaya sampai jutaan rupiah.
“Ada yang nanya berkali-kali ke saya, kok bisa gratis nopengnya? Bahkan ada yang nanya kerja di mana, karena mereka kasihan saya tidak kupahan (dibayar) saat nopeng. Ya langsung saya jawab kalau saya memang komitmen untuk ngayah ke pelosok Buleleng. Masalah rezeki, biar Beliau (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) yang ngatur dari sumber lain,” ujar Lanang.
Yang lebih mengharukan lagi, lanjutnya, pernah suatu ketika dirinya diberikan sesari sekitar Rp 5 jutaan. Setelah menerima sesari tersebut dari pangrajeg karya di sebuah dadia, Lanang Perbawa memilih untuk menghaturkan kembali sebagai dana punia.
“Tiang haturkan lagi sesarinya itu sebagai dana punia untuk meringankan biaya upacaranya. Nah karena mereka kaget saya mengembalikan sesari, sampai ada yang nangis di depan saya karena terharu. Inilah kepuasan batin yang saya rasakan ketika ada yang mendapatkan manfaat dari program ngayah nopeng Sidakarya gratis ini,” katanya.
Kesibukan sebagai dosen mengharuskan Lanang Perbawa mengatur jadwal dengan baik, meski selama ini mengajar mahasiswa masih bisa dilakukan dengan cara daring melalui aplikasi zoom. Namun jika ada kegiatan yang berbenturan, maka harus pintar mengaturnya, sehingga ngayah tetap bisa dilakukan, mengajar mahasiswa pun tetap jalan.
“Sering ngayahnya malam hari, sehari bahkan bisa tiga kali pentas. Jaraknya juga kadang jauh-jauh. Tetapi harus konsisten, yang bisa diatur jadwalnya biar semua jalan,” ungkap Dekan Fakultas Hukum di Universitas Mahasaraswati, Denpasar ini
Lanang berharap masyarakat di kawasan Buleleng dan di Bali tidak lagi bingung-bingung mencari Topeng Sidakarya gratis. Menurutnya, program ini sangat meringankan beban masyarakat yang menyelesaikan pujawali agar berjalan lancar.
“Intinya ngaturang ayah sekaligus menghibur masyarakat. Bisa juga sekaligus mendoakan acara yadnya labda karya paripurna. Jadi LSM Bli Braya kami bentuk dengan tujuan ikut ambil bagian ngajegang adat dan budaya Bali, melalui tarian topeng sidakarya sebagai penjangkep karya dengan konsep manyama braya,” pungkasnya.