Upacara yadnya yang digelar secara massal di Banjar Mas, Desa Sayan, tidak hanya Pitra Yadnya saja, Manusa Yadnya seperti matatah (potong gigi), hingga mapetik pada anak-anak juga dilaksanakan.
Klian Adat Banjar Mas I Made Sadawan menegaskan, upacara secara massal tersebut untuk meringankan warga. “Tujuan upacara Manusa Yadnya secara massal ini, selain upacara pangabenan massal tentu untuk meringankan warga secara materi maupun tenaga,” jelasnya pekan lalu.
Sadawan mengatakan jika tidak dilakukan secara massal, masyarakatnya juga melakukan secara mandiri. Bedanya dilaksanakan tidak dilakukan di banjar. “Tidak ada paksaan agar ikut di banjar secara massal, tetapi dibuka bagi masyarakat yang berkenan. Tentu secara biaya lebih murah dibanding melakukan secara mandiri, sebab prosesnya sama saja dan dipuput oleh sulinggih,” imbuhnya.
Sadawan menambahkan, kegiatan upacara secara massal ini juga wadah mempersatukan warga. Dikatakannya, prosesi upacara Manusa Yadnya secara massal telah dilakukan sejak 15 tahun lalu.
" Pada awal digagasnya prosesi Manusa Yadnya massal pertama dilakukan usai upacara ngaben massal. Tepatnya dilakukan saat prosesi upacara Ngasti,” pungkasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya