Upacara yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali pada kajeng kliwon sasih Karo itu untuk memohon agar ternak terhindar dari penyakit. Tahun ini, Aci Ngangon berlangsung Rabu (17/8) lalu.
Bendesa Adat Geriana Kangin I Ketut Yasa mengungkapkan, sesuai dengan namanya, yakni Aci Ngangon yang artinya memelihara. Para peternak memohon supaya ternaknya tidak terkena penyakit. Pelaksanaan upacara tersebut tidak dilakukan di pura, melainkan di sudut desa, yang setiap tahun berubah-ubah.
“Kemarin (Rabu lalu) dilaksanakan di bucu kelod kauh, satu tahun yang akan datang dilaksanakan di kaja kauh,” ujarnya, Kamis (18/8).
Upacara ini menggunakan sarana seekor sapi. Nantinya kulit dan daging dari sapi dihaturkan saat upacara. Ia pun menegaskan, sapi sebagai sarana upakara, bukan berarti aci ini sebatas untuk peternak sapi saja, melainkan seluruh peternak dan krama lainnya.
Apabila daging sapi tersebut masih tersisa, pihaknya mengaku akan membagikan sepenuhnya dengan krama setempat. “Kalau ada sisa baru bagi-bagi dengan krama, seberapa mungkin dapat,” lanjutnya.
Aci ini sudah ada sejak lama. Bahkan rutin dilaksanakan tiap tahunnya. Meskipun pandemi Covid-19, prosesi aci tersebut tetap dilaksanakan. “Tetap dilaksanakan, tapi dengan protokol kesehatan yang ketat,” paparnya.
Konon prosesi ini dahulunya dilaksanakan oleh para peternak saja, namun seiring berjalannya waktu, aci tersebut mulai diikuti oleh krama yang bukan peternak. “Sekarang tidak beternak, siapa tau nanti kedepannya beternak. Kita sama-sama mendoakan,” pungkasnya. (dir)
Editor : I Komang Gede Doktrinaya