Pamangku dan serati banten bisa dibilang satu kesatuan dalam pelaksanaan upacara. Pamangku bertugas muput, sedangkan sarati bertugas menyiapkan perlengkapan upakara.
Perbekel Desa Pemecutan Kelod Wayan Tantra saat dihubungi, Rabu (31/8) mengatakan, tujuan pelaksanaan pembinaan bagi pamangku dan serati banten di wilayahnya ini bertujuan sebagai wadah pelestarian adat dan budaya. Kegiatan ini sendiri telah dilakukan pada bulan Juli lalu.
“Dalam pembinaan ini Pemerintah Desa Pemecutan Kelod memberikan kepada peserta masing-masing alat kelengkapan tugas. Kepada pamangku diberikan berupa wastra saperadeg, serta bajra. Kemudian kepada para sarati banten diberikan pengangge saperadeg,” jelas Tantra.
Ditambahkanya, dalam pembinaan ini diikuti oleh 32 orang pamangku dan sarati banten. Materi yang diberikan adalah sukretaning pamangku dan sarati banten. Narasumber yang dihadirkan berasal dari Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar yakni Ni Nyoman Ciri serta Dr I Nyoman Arya.
“Kami berharap melalui pelaksanaan pembinaan ini agar pamangku dan sarati banten di Kota Denpasar atau di Desa Pemecutan Kelod pada khususnya memahami situasi dan kondisi era zaman sekarang dan agar pamangku dan sarati banten tetap berpegang pada sastra agama dan harmonisasi dalam menjalankan upakara yadnya,” tegasnya.
Begitu pula terkait dengan dinamika pengetahuan masyarakat tentang bebantenan agar pamangku serta sarati banten memiliki literasi untuk menjelaskan makna bebantenan kepada masyarakat agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar. Editor : I Komang Gede Doktrinaya