Klian Adat Sedang I Gusti Ngurah Jaya Putra mengatakan, pelaksanaan upacara nyekah dan mamukur kinembulan ini memang setiap 3 tahun dilaksanakan. Namun, untuk Ngaben dilaksanakan secara mandiri oleh keluarga dari pemilik sawa.
“Untuk tahun ini, kami melaksanakan upacara nyekah dan mamukur kinembulan dari 7 Agustus yang puncak upacaranya pada 25 September 2022,” ujar Jaya Putra saat dikonfirmasi Kamis (29/9).
Menurutnya, pelaksanaan upacara tahun ini diikuti 74 puspa. Dalam rangkaiannya juga dilaksanakan upacara matatah/potong gigi, menek kelih, dan mapetik secara massal. Kedepannya untuk meringankan beban krama adat juga akan dilaksanakan upacara warak keruron. “Untuk yang lainnya, metatah/potong gigi pesertanya 92 orang, Menek kelih sebanyak 45 orang, sedangkan mepetik sebanyak 83 orang,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan upacara nyekah dan mamukur itu, Jaya Putra menjelaskan, total biayanya mencapai Rp 821,3 juta. Dana tersebut bersumber dari bantuan Pemkab Badung, dana Desa Sedang, LPD Desa Adat Sedang, dan punia. Lebih lanjut pihaknya menambahkan, dudonan karya dimulai dari 7 Agustus 2022 yang diawali dengan nanggap karang suci dan marisuda genah karya. Kemudian pada 24 September 2022 puncak karya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya