Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Lis Simbol Senjata Dewata Nawa Sanga, Pandan Wong Analogi Kehidupan

I Komang Gede Doktrinaya • Kamis, 13 Oktober 2022 | 22:44 WIB
Lis dan Dosen Upakara UNHI Denpasar I Gusti Ayu Artati. Ist
Lis dan Dosen Upakara UNHI Denpasar I Gusti Ayu Artati. Ist
BULELENG, BALI EXPRESS - Banten byakala menjadi salah satu sarana persembahan yang sering digunakan dalam berbagai upacara yadnya umat Hindu di Bali. Pada  tetandingan banten byakala menggunakan pandan wong (pandan berduri) yang dibentuk seperti kulit peras. Pandan wong digunakan karena berduri dan tajam.

Dosen Upakara UNHI Denpasar I Gusti Ayu Artati menyebutkan, pandan wong adalah sebuah analogi dari hidup manusia, di mana manusia kadangkala sulit (sakit), ada rintangan, halangan. Kemudian banten byakala sebagai penetral.

Pada banten byakala menggunakan 5 helai kulit peras dari pandan wong yang artinya simbol dari Panca Maha Bhuta.
Kemudian ada pula penggunaan sarana lis atau bebuu. Lis berasal dari kata bahasa Bali les artinya ciri atau wujud tertentu. Sedangkan mebuu artinya mabersih.

Wujud yang dimaksudkan dalam persembahan adalah perwujudan yang mengandung arti sesuai dengan Lontar Yadnya Prakerti, di mana banten disimbolkan sebagai  sahananing banten pinaka raganta twi.

Ada simbol isi perut pada basang nguda, basang wayah, tipat pusuh, siku, ntud. Ada pula sahananing banten pinaka rupaning Ida Bhatara.

Lis, buu, padma dimaknai sebagai senjata Dewa Siwa. Lis senjata penggambaran dari senjata Dewata Nawa Sanga. Lis juga sebagai isi alam semesta. Sehingga ada simbol tumbuh-tumbuhan seperti  linting, sritetel, jan, sesapi, lawangan, tangga menek, tangga tuwung, tipat tulud. “Jumlah lis dibuat sesuai dengan kebutuhan. Kalau lis alit bisa jumlahnya 27, 33 jenis, kalau lis agung besar sampai 45,” terangnya.
  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#bali #balinese #Dosen Upakara UNHI Denpasar #I Gusti Ayu Artati #upacara #banten byakala #hindu #pura #tradisi #lis