Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

8 Air Pancuran Asta Gangga di Pura Purohita Rasanya Berbeda

I Komang Gede Doktrinaya • Jumat, 20 Januari 2023 | 15:47 WIB
MALUKAT : Sejumlah pamedek malukat di pancoran Panglukatan Asta Gangga.
MALUKAT : Sejumlah pamedek malukat di pancoran Panglukatan Asta Gangga.
BULELENG, BALI EXPRESS- Umat yang nangkil (datang) ke Pura Purohita di Dusun Benyahe, Desa Unggahan, Kecamatan Seririt, Buleleng, kerap melakukan ritual penyucian atau malukat. Prosesi palukatan yang dilakukan oleh pamedek ini, akan dipandu oleh pemangku di pura setempat.

Mangku Gede Pura Purohita Wayan Wirka menjelaskan, saat memasuki Pura Purohita, pamedek akan mendapatkan informasi tentang tata cara dan tahapan-tahapan persembahyangan maupun proses malukat. Begitu pula soal keberadaan palinggih serta manfaat dari pemujaan yang dilakukan juga dijelaskan di sana.

Proses panyucian (ritual pembersihan), lanjut Mangku Gede Wayan Wirka, dapat dilakukan di pancoran Panglukatan Asta Gangga. Pancoran ini unik karena sumber mata airnya berasal dari pertemuan delapan sumber mata air murni. Selain itu, diyakini bertuah untuk umat memperoleh kesucian, kesehatan, keharmonisan, dan kebahagiaan.

Delapan pancuran yang posisinya melingkar, sebut Mangku Gede Wayan Wirka, masing-masing memiliki rasa yang berbeda bila dirasakan secara saksama. Tiap pancuran ada yang airnya terasa manis, pahit, sepet, dan lainnya. Namun, tidak semua pamedek bisa merasakannya. “Kejadian semacam ini tidak semua orang dapat merasakan dan mengalaminya,” terangnya.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#bali #Pancuran Asta Gangga #balinese #Pura Purohita di Desa Unggahan #Tempat Malukat #pura unik #hindu #Palinggih Ratu Subandar