Pamedek yang datang ke Pura Dalem Puri yabg jadi hulunya Pura Dalem di Bali ini, semakin terlihat ramai seiring dengan tradisi yang masih bertahan hingga sekarang. Yaitu tidak langsung beranjak usai ngaturang banten sodaan. Banyak pamedek yang langsung nunas lungsuran di sana usai ngaturang sodaan.
Menurut Pamangku Pura Dalem Puri I Gusti Mangku Ngurah Kubayan, momen itu disebut seolah-olah menjadi pertemuan antara keluarga dengan leluhur yang sudah meninggal dunia. Bahkan, ada sampai yang lebih dari 1 jam enggan beranjak. Namun pangayah di sana tidak mempermasalahkan hal itu.
“Makanya persembahyangan di sini tidak bisa ditentukan. Begitu juga yang memiliki kepercayaan ngaturang sodaan di tempat itu, mereka akan menunggu, padahal ada tempat yang kosong,” ungkap Gusti Mangku Ngurah Kubayan.
Ia pun menuturkan, baik dalam keseharian ataupun dalam pelaksanaan Usaba Pitra, tak jarang ada keluarga yang menangis terharu ketika melakukan persembahan. “Ya mungkin karena saking terharunya, sampai ada yang menangis,” imbuhnya.
Dengan kedatangan pamedek yang silih berganti sampai 24 jam saat usaba, membuat volume sampah cukup banyak, terutama canang. Kebanyakan dari mereka tidak membawa canang itu kembali pulang ke rumahnya. Dibiarkan di sana. “Karena namanya sodaan, aturan (persembahan) kepada leluhur, kalau dibawa kembali sama saja seperti tidak memberikan kepada leluhur,” cetusnya. (dir)
Editor : I Komang Gede Doktrinaya