Ketua Paguyuban Peduli Drama Gong Lawas, AA Gede Oka Aryana, S.H.,M.Kn., Senin (13/2) mengatakan, sebelum pagelaran drama gong juga akan diawali dengan adegan penutupan dan peluncuran tema Bulan Bahasa Tahun 2024 yang sedianya dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster. Sedangkan garapan drama gong lawas yang mengambil judul 'Pangeruakan Gering Sasab Merana' memiliki durasi pementasan selama 60 menit.
Agung Aryana yang kesehariannya sebagai notaris ini menambahkan, dalam pertemuan tersebut ditekankan kepada semua pregina (penari) untuk ikut serta dengan penuh tanggung jawab secara bersama-sama menyukseskan program pemerintah tersebut. Karena sangat sesuai dan sejalan dengan visi dari paguyuban.
“Suksmaning manah saya ucapkan karena sudah dipercaya kembali untuk ikut berpartisipasi mendukung program pembangunan Pemprov Bali yang dimotori Gubernur Bali Bapak Wayan Koster dengan visinya Nangut Sat Kerthi Loka Bali. Terlebih pada saat ini dalam rangka Bulan Bahasa Bali yang memiliki tujuan mulia melestarikan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali,” ujar Agung Aryana.
Sementara Sekretaris Paguyuban, Drs. I Gusti Putu Nuraga, meminta kepada segenap pendukung garapan untuk lebih mengintensifkan latihan agar penampilan pada acara penutupan bisa maksimal. Dikatakannya, latihan penyempurnaan tabuh akan dilakukan pada 16-18 Februari 2023.
"Latihan penabuh dilakukan secara terpisah di Banjar Petak, Gianyar, di kediaman A.A. Gede Putra Yasa, SH. Juga seorang Bendesa Adat Petak yang selalu mendukung penuh setiap acara dari kegiatan Paguyuban Peduli Seni Drama Gong Lawas,” paparnya.
Pementasan Drama Gong Lawas sebelumnya sukses menampilkan pentas kolosal Drama Gong Lawas 'Dukuh Suladri' pada 17 Desember 2022 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali.
Dan kini Paguyuban Peduli Drama Gong Lawas kembali mendapat kepercayaan dari Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali untuk ngayah dalam rangka penutupan Bulan Bahasa Bali tahun ini. Kesempatan ini pun disambut baik segenap anggota dari paguyuban, termasuk pregina Drama Gong Lawas, sekaa tabuh dan panitia.