Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Ngoncang Berkaitan Erat dengan Konsep Tri Hita Karana

I Komang Gede Doktrinaya • Rabu, 29 Maret 2023 | 00:44 WIB
Sekretaris Desa Adat Buleleng Putu Mahendra dan tradisi Ngoncang di Banjar Paketan, Buleleng. Putu Mardika/Bali Express
Sekretaris Desa Adat Buleleng Putu Mahendra dan tradisi Ngoncang di Banjar Paketan, Buleleng. Putu Mardika/Bali Express
BULELENG, BALI EXPRESS-Warga Banjar Paketan, Desa Adat Buleleng, kembali bangkitkan tradisi Ngoncang. Tradisi yang digelar sejak tahun 1876 ini, dilaksanakan saat Ngembak Geni ini hampir punah. Namun jejaknya masih ada hingga kini.

Meski sudah dilaksanakan sejak tahun 1876 atau 147 tahun, ternyata masih ada 14 lesung yang masih tersimpan di banjar setempat. Dari jumlah itu, ada satu buah lesung yang tidak boleh dipakai. Alasannya karena disakralkan. Lesung-lesung inilah yang digunakan masyarakat untuk Ngoncang sebagai ungkapan syukur, sekaligus hiburan setelah masa panen padi berlimpah.

Sekretaris Desa Adat Buleleng, Putu Mahendra mengatakan, tradisi Ngoncang ini erat kaitannya dengan  konsep  Tri  Hita  Karana,  yaitu parahyangan  (hubungan  manusia  dengan Tuhan), pawongan (hubungan manusia dengan lingkungan) dan  palemahan (hubungan manusia  dengan  manusia).

Dalam kaitannya dengan  parahyangan,  tradisi Ngoncang  dikonsepkan sebagai suatu  persembahan kepada para leluhur dan para dewa. Persembahan ini sebagai bukti bahwa para pratisentananya telah melakukan suatu ritual yang menghantarkan roh para leluhur untuk menuju suatu tempat yang damai di alam niskala.

Sedangkan kaitannya dengan palemahan, masyarakat di Banjar Adat Paketan percaya dengan dilaksanakannya tradisi Ngoncang akan terjalin hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan. Sebaliknya, apabila tidak dilaksanakannya tradisi ini, maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Terkait dengan pawongan, dalam  prosesi  ritual  ngoncang  dilakukan dengan  menghentakkan lu kedalam kentungan dengan irama  yang serasi  yang  menandakan  satu kesatuan, bahwasanya dalam tradisi Ngoncang ini dapat  menumbuhkan  rasa  satu  kesatuan antara sesama  manusia,” tutupnya.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#bali #Ngoncang Saat Ngembak Geni #balinese #Parade Ngoncang di Banjar Paketan #Hidupkan Tradisi yang Hampir Punah #hindu #pura