BALI EXPRESS- Penggunaan burung garuda sebagai lambang negara Republik Indonesia bukanlah tanpa alasan.
Dalam mitologi Hindu, burung garuda menjadi wahana atau kendaraan Dewa Wisnu. Burung garuda juga sebagai simbol pembebasan dari perbudakan atau penjajahan yang dilakukan Sang Kadru terhadap Dewi Winata (ibu Sang Garuda) seperti diungkapkan dalam Epos Mahabarata pada bagian Adi Parwa.
Ketua PHDI Kecamatan Buleleng Nyoman Suardika mengatakan burung garuda simbol pembebasan dari pemudakan bermula saat Sang Kadru mengajak Dewi Winata bertaruh menebak warna kuda Uccraisrawa.
Dengan syarat bagi yang kalah akan menjadi budak. Sang Kadru mengatakan bahwa kuda itu berwarna hitam. Sedangkan Dewi Winata menebak kuda tersebut bewarna putih.
Setelah diberitahu oleh putra Sang kadru jika kuda Uccaisrawa yang keluar dari Samudra Lawana berwarna putih.
Namun, karena merasa kalah, Sang Kadru akhirnya meminta anaknya untuk memerciki kuda itu dengan menggunakan bisa agar berwarna hitam.
Karena tipu muslihat itu membuat Dewi Winata kalah. Ia selanjutnya menjadi budak sang Kadru.
Saat menjadi budak sang Kadru itulah, Sang Garuda lahir. Setelah besar, ia pun membebaskan Dewi Winata dari perbudakan.
“Dengan syarat Sang Garuda harus bisa mengambil tirta amerta ke surga untuk diberikan kepada Sang Kadru. Jika itu berhasil, maka perbudakan akan dibebaskan. Walapun mendapatkan tirta amerta itu penuh pengorbanan,” sebut Suardika.
Atas perjuangan yang gigih untuk mendapatkan tirta amerta, Dewa Wisnu akhirnya memberikan Sang Garuda tirta amerta dengan syarat dia bersedia menjadi kendaraan Dewa Wisnu.
Akhirnya dengan tirta amerta inilah, Sang Garuda mampu membebaskan Dewi Winata dari perbudakan.
Dikatakan Suardika, jika dikaitkan dengan burung garuda sebagai simbol negara Indonesia, maka diyakini sebagai simbol pembebasan Bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan yang dialami Indonesia.
“Seperti keperkasaan Sang Garuda, maka simbol ini diharapkan bisa membebaskan Bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan,” tutupnya. (*)
Editor : I Made Mertawan