BALI EXPRESS - Upacara Ngelepas Hawon adalah salah satu upacara penting bagi umat Hindu di Bali. Biasanya, upacara Ngelepas Hawon dilakukan ketika bayi berusia 12 hari.
Upacara Ngelepas Hawon juga menjadi saat yang tepat untuk memberikan nama kepada bayi tersebut.
Ni Luh Putu Deny Purwanti, penyuluh agama Hindu dari Kantor Kementerian Kabupaten Tabanan, menjelaskan, setelah bayi berusia 12 hari, dilakukan upacara yang juga sering disebut Bajang Colong atau Ngerorasin.
Tujuan dari upacara ini adalah untuk memperkuat kedudukan Atman atau Roh bayi sekaligus membersihkan badan halusnya dari kotoran yang dibawanya dari rahim ibunya saat lahir, yang dipengaruhi oleh Empat Saudara atau Catur Sanak.
Melalui upacara ini, sang Catur Sanak tidak hanya diberikan nama baru, tetapi juga membersihkan mereka.
Ketika bayi baru lahir, keempat saudara tersebut bernama Bhuta Nyom, Bhuta Rah, Bhuta Ari-Ari, dan Butha Tabunan.
Setelah dilaksanakan upacara Ngelepas Hawon, nama mereka berubah menjadi Anggapati, Prajapati, Banaspati, dan Banaspati Raja.
Deny Purwanti menjelaskan, upacara Ngelepas Hawon bukanlah suatu keharusan, tetapi juga merupakan tindakan kasih sayang untuk memastikan kesehatan dan keselamatan bayi dengan berdoa kepada Sang Hyang Widhi.
Upacara ini memakai sarana banten prayascita yang berfungsi membersihkan orang tua, terutama sang ayah yang telah menyelesaikan tanggung jawabnya. Di samping juga untuk untuk ibu dan bayi.
"Upacaranya dilakukan di dapur, di pemandian, dan di kemulan. Fungsinya untuk memohon pengelukatan ke hadapan Bhatara Brahma, Wisnu, dan Siwa,” paparnya.
“Upacara yang ditujukan kepada si ibu memakai banten byakaon dan prayascita disertai dengan tirta pebersihan dan pengelukatan," tambahnya.
Sedangkan banten untuk bayi berupa banten pasuwungan, termasuk peras, ajuman, daksina, suci, sorohan alit, pengelukatan dan lainnya.
Meskipun banten-banten ini digunakan di berbagai tempat dalam upacara, warna tumpengnya berbeda. Tumpeng merah, misalnya, dihaturkan di dapur. Tumpeng hitam untuk pemandian, dan tumpeng putih untuk kemulan.
Makna dan tujuan upacara Ngelepas Hawon adalah untuk membersihkan bayi dan ibunya secara fisik dan spiritual, serta untuk melindungi bayi dari pengaruh negatif (mala).
Editor : Nyoman Suarna