BALI EXPRESS – Kehidupan seseorang sangat dipengaruhi dengan apa yang melekat di dalam dirinya. Khususnya di Hindu ada ajaran yang disebut dengan Catur Marga, yaitu Dharma, Artha, Kama, dan Moksa.
Terkait hal itu, Jro Mangku Ketut Gede Kesumawijaya, pemangku di Pura Desa, Desa Adat Penestanan, Desa Sayan, Kecamatan Ubud menjelaskan, dalam Sloka 1 Sarasamucaya disebutkan “Dharme cārte ca kāme ca Moksa ca bhāratasabha, Yadihāsti tedanyatra Yannehāsti an tat kvacit. Anaku kamung Janamejaya, salwirning warawarah, yāwat makapadārthang caturwarga, sāwataranya, sakopanyāsanya, hana juga ya ngke, sangksepanya, ikang hana ngke, ya ika hana ing len sangkeriki, ikang tan hana ngke, tan hana ika ring len sang keriki.”
Baca Juga: Bikin Heboh! Arya Saloka Dirumorkan Nikahi Amanda Manopo
Artinya:
Anaknda Janamejaya, segala ajaran tentang catur marga (dharma, artha, kama dan moksa), baik sumber maupun uraian arti atau tafsirnya terdapat di sini.
“Singkatnya, segala yang terdapat di sini akan terdapat dalam sastra lain. Yang tidak terdapat di sini, tidak akan terdapat dalam sastra lain, termasuk ajaran Catur Marga,” jelasnya.
Editor : Nyoman Suarna