Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Bali: Bukan Sekadar Hiasan, Ini Makna Saput Poleng yang Dililitkan di Pohon Besar

Putu Agus Adegrantika • Selasa, 10 Oktober 2023 | 19:37 WIB
POHON : Salah satu pohon yang dibalut dengan saput poleng. Ini merupakan ajaran kearifan lokal orang Bali yang beragama Hindu.
POHON : Salah satu pohon yang dibalut dengan saput poleng. Ini merupakan ajaran kearifan lokal orang Bali yang beragama Hindu.

BALI EXPRESS -  Pohon besar yang ada di Bali rata-rata dililitkan dengan saput poleng, khususnya yang tumbuh di areal persimpangan, areal pura maupun areal kuburan.

Lalu seperti apa makna dari penggunaan saput poleng pada pohon besar tersebut?

Dikutip dari buku “Pelestarian Lingkungan menurut Agama Hindu” yang ditulis oleh I Wayan Watra, dkk., disebutkan bahwa saput poleng yang dililitkan di pohon besar di Bali bukan sekedar perbuatan iseng atau sekadar hiasan. Melainkan sarat dengan makna ideologis.

Artinya, di balik budaya melilitkan saput poleng di pohon besar yang merupakan bagian dari sistem nilai yang diyakini oleh masyarakat Bali, terkandung nilai-nilai kearifan ekologis yang berkaitan dengan konsep Tri Hita Karana dalam ajaran agama Hindu.

Tri Hita Karana mengajarkan tentang harmonisasi hubungan antara manusia dan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan.

Maka saput poleng yang dililitkan di pohon-pohon besar oleh masyarakat Hindu di Bali, secara filosofi terkandung cara pandang pengelolaan lingkungan dengan konsep antroposentris, biosentris, dan ekosentris.

Dimana manusia sebagai makhluk tertinggi di muka bumi ini, sedangkan alam semesta dianggap sebagai sarana pelengkap dan alat untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Sehingga manusia tidak saja sebagai makhluk sosial, melainkan makhluk biologis dan makhluk ekologis.

Editor : Nyoman Suarna
#pohon besar #tradisi bali #hindu #dililitkan #saput poleng #ajaran