BALI EXPRESS - Kekuatan Keris yang diproduksi oleh Warga Pande Tamblingan memang tidak diragukan. Bahkan, pusaka yang diproduksi ini sangatlah mematikan. Sebab, pusaka ini juga dibaluri racun untuk mematikan musuh sekali tebas.
Tidak hanya itu, selain membuat musuh yang terkena tusukan keris meninggal, jasad yang terkena keris tersebut juga sulit dikenali, karena racun tersebut membuat jasad menjadi berubah warna, sehingga sering disebut bangke maong.
Dijelaskan Mangku Gede Sutama, dahulu, para leluhur Pande Tamblingan sengata mepinton senjata pusakanya agar bertuah.
Caranya, mereka melakukan prosesi untuk memasukkan roh atau taksu ke dalam pusaka tersebut.
Selain itu, dahulu di areal Pura Pande Tamblingan ini juga tempat meramu racun yang dimasukkan ke dalam pusaka. Inilah yang menjadi kesaktian dari sebuah keris sehingga sangat ditakuti.
Saat musuh terkena senjata yang dibuat oleh warga Pande Tamblingan, maka mayat orang tersebut menjadi maong. Karena itu warga Pande Tamblingan dikenal juga dengan sebutan Pande Bangke Maong.
“Mepinton tujuannya agar keris ini semakin bertuah. Kalau sudah dipasupati, maka Ida sampun ngeranjing dan bertuah. Kalau sudah ditusuk, maka mayatnya menjadi Bangke Maong” ucapnya.
Sejarah menyebutkan, pada masa pemerintahan Raja Udayana Warmadewa, Komunitas Pande Tamblingan juga berhasil membuat baju perang dan perisai yang kuat.
Mereka juga menciptakan teknik metalurgi dan senjata beracun yang belum terbayangkan oleh penguasa tanah Jawa kala itu
Akibat penyerbuan Majapahit yang beambisi menyatukan seluruh wilayah nusantara, membuat Komunitas Pande di Tamblingan terpencar ke berbagai wilayah dan menyembunyikan identitasnya.
Semua senjata ditenggelamkan agar tidak digunakan oleh tentara musuh.
Sejak itulah tidak lagi ada perapian dan suara denting palu di pertiwi Tamblingan. Penghuninya telah sirna. Kejayaan basis militer Kerajaan Bali hanya tinggal sejarah.
Paska hancurnya kerajaan Bali Kuno, tempat tersebut dibangun tempat suci berupa Pura Penataran Pande Tamblingan yang disungsung oleh pasemeton warga Pande di Bali.
Secara administrasi pura ini berada di Dusun Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng. Tepatnya di tepi timur Danau Tamblingan menghadap ke barat.
Untuk mencapai Pura Penataran Pande, harus rela melewati jalan tanpa aspal. Karena lokasinya berada di hutan lindung.
Bahkan saat musim penghujan kondisinya sudah pasti berlumpur dan sulit dilalui.
Pura ini bisa dijangkau dengan beragam moda transportasi, baik roda dua maupun roda empat.
Di pura ini berstana Ida Bagus Ratu Pande, komunitas Pande yang pertama kali bermukim di tempat tersebut.
Editor : Nyoman Suarna