Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sloka 21 Sarasamuscaya: Cara Menggapai Artha, Kama dan Moksa dengan Jalan Dharma

Putu Agus Adegrantika • Kamis, 9 November 2023 | 16:45 WIB
DHARMA: Sloka 21 Kitab Sarasamuscaya menyebutkan, seseorang yang berusaha mencari kama, artha dan mokṣa bisa gagal, tetapi usaha mencari dharma tidak akan pernah sia-sia.
DHARMA: Sloka 21 Kitab Sarasamuscaya menyebutkan, seseorang yang berusaha mencari kama, artha dan mokṣa bisa gagal, tetapi usaha mencari dharma tidak akan pernah sia-sia.

BALI EXPRESS -  Setiap orang berkeinginan untuk mencari artha, kama dan moksa.

Namun untuk mendapatkan hal itu, harus memperhatikan beberapa rambu-rambu, seperti dituangkan dalam kitab Sarasamuscaya Sloka 21yang berbunyi:

“Yatnaḥ kāmārthamokṣāṇāṁ kṛto’pi hi vipadyate, dharmmāya punarārambhaḥ saṅkalpo’pi na niṣphalaḥ.”

Artinya:

Seseorang yang berusaha mencari kama, artha dan mokṣa bisa gagal, tetapi usaha dalam mencari dharma tidak sia-sia. Sekalipun  hanya dalam pikiran, hal itu akan membuahkan hasil.

“Ikang kayatnan ri kagawayaning kāma, artha, mwang mokṣa, dadi ika tan paphala, kunang ikang kayatnan ring dharmasādhana, niyata maphala ika, yadyapin angĕnangĕnan juga, maphala atika.”

Artinya:

Patut diwaspadai saat mengupayakan (untuk mencapai) kama, artha, dan mokṣa. Bisa saja menjadi tidak akan berpahala.

Adapun yang benar- benar tekun melaksanakan dharma pasti akan berpahala. Walaupun itu hanya berupa angan-angan, tetapi akan berpahala seketika itu.

Sloka 21 Kitab Sarasamuscaya tersebut bermakna bahwa artha dapat dikatakan sebagai bekal atau sarana berupa harta benda atau kekayaan.

Wujud tidak hanya berupa benda tetapi juga kesehatan, pengetahuan, keahlian, kebijaksanaan, sahabat, bahkan kemampuan dalam mengendalikan diri.

Karena itu, bekal ini harus diperoleh dengan cara yang benar, berlandaskan pada dharma dan juga digunakan untuk dharma.

Ketika artha ini kita peroleh dengan cara yang tidak benar, tidak sesuai dengan tuntunan kitab suci, maka semua itu akan sia sia. 

Setelah melewati tangga artha dengan berlandaskan dharma, barulah kita dapat memenuhi kama.

Kama adalah sifat alamiah setiap makhluk hidup yang dibawanya sejak lahir. Kama membuat seseorang bisa berbuat agar bisa hidup, tumbuh, dan berkembang.

Kama dapat mengantarkan seseorang pada kemuliaan yang paling tinggi, dan kama juga dapat membawa seseorang pada jurang kenistaan yang paling dalam.

Kama merupakan salah satu pintu dari tiga pintu yang ada, yang dapat mengantarkan seseorang menuju ke neraka.

Sedangkan moksa merupakan keyakinan terakhir dari lima keyakinan (Panca Sradha) yang diyakini oleh penganut Hindu. 

Moksa merupakan bahasa Sanskerta, yang berasal dari akar kata “muc” yang berarti membebaskan atau melepaskan.

Secara harfiah moksa juga berarti kebebasan dari samsara

Moksa adalah pencapaian tertinggi dari akhir siklus kehidupan manusia menurut agama Hindu.

Jadi Moksa bukanlah semata-mata bersatunya atman dengan Brahman, tetapi bagaimana kita dapat mengendalikan pikiran untuk senantiasa merasa sama dalam segala keadaan.

Editor : Nyoman Suarna
#bali #Sarasamuscaya #sloka 21 #Artha #hindu #moksa #Dharma