Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pameran Prasi di Museum Sunda Kecil Buleleng, Koleksi Tertua Tahun 1920-an

Dian Suryantini • Senin, 13 November 2023 | 22:13 WIB
Pameran prasi di Museum Sunda Kecil, Buleleng, Bali yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng.
Pameran prasi di Museum Sunda Kecil, Buleleng, Bali yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng.

SINGARAJA, BALI EXPRESS- Seni lukis prasi yang terbuat dari daun lontar dengan gambar ilustrasi wayang di dalamnya merupakan transformasi dari naskah/kitab sastra seperti kekawin, kidung dan epos yang ditulis atau digambar dengan menggunakan pengrupak.

Seni prasi pun tergolong dalam genre seni rupa dua dimensi. Dalam proses pemahatannya nampak sangat rumit, pelik dan harus didukung dengan kesabaran.

Selain mentransformasikan naskah sastra seperti kekawin, kidung dan epos, dalam lontar prasi juga terkandung tentang satua, tutur atau nasihat, kepahlawanan, legenda, sasana, etika yang bersumber dari sastra agama serta cerita rakyat.

Prasi dapat dijumpai di Museum Gedong Kirtya Singaraja. Ada 9 koleksi lontar prasi yang dimiliki, diantaranya prasi Bomantaka yang dibuat I Ketut Badung.

Prasi ini diperkirakan dibuat tahun 1920-an, sebab tidak ada tahun tertulis yang menyatakan waktu pembuatan prasi tersebut.

Kemudian ada Prasi Sutasoma yang populer yang dibuat tahun 1933. Kemudian disusul Prasi Arjuna Wiwaha, Prasi Bagus Umbara, Prasi Perang Jagaraga, Prasi Kamandaka, Prasi Mina, Prasi Darma Lelangon dan Prasi Diah Tantri.

Seluruh koleksi prasi di Gedong Kirtya itu dipamerkan di Museum Sunda Kecil, di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng, Bali pada 13-19 November 2023.

"Kami harap seni prasi ini dapat dikenal kembali dan dapat dikembangkan lagi. Terutama untuk generasi muda. Karena keberadaan seniman prasi saat ini tidak banyak. Hanya beberapa dan sudah berumur,” terang Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika, Senin, 13 November 2023.

Selain koleksi lontar Museum Gedong Kirtya juga dipamerkan dua koleksi prasi milik seniman  I Gusti Bagus Sudiasta dari Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.

Ada prasi Diah Tantri dan Prasi Arjuna Wiwaha. I Gusti Bagus Sudiasta yang akrab dipanggil Ajik Sudiasta merupakan salah satu seniman prasi di Bali yang tinggal di Desa Bungkulan.

Ia menekuni seni menggambar di atas lontar sejak tahun 1972 hingga saat ini. “Sudah lama saya menekuni ini. Sudah dari tahun 72,” singkatnya.

Membuat prasi merupakan hal yang tidak mudah. Dibutuhkan kesabaran dan ketelitian dalam proses pembuatannya mengingat setiap goresan yang ada tidak bisa dihapus atau diulang kembali.

Penyelesaiannya pun diperlukan waktu yang cukup lama untuk memperoleh satu buah cerita utuh dari prasi itu sendiri.

Prasi berasal dari dua kata yaitu paras yang berarti wajah dan si atau siwulan yaitu lontar.

Dengan demikian, prasi merupakan wajah atau lukisan yang dibuat pada daun lontar yang kemudian berisi cerita-cerita sesuai lukisan.

Bagian depan lontar, digambar sesuai dengan cerita. Di bagian lain, ditulis cerita yang mendeskripsikan gambar tersebut.

Prasi dibuat untuk mencerminkan kehidupan dan kepribadian masyarakat Bali. (*)

 

 

EVENT:  Unit Pengembangan Usaha (UPU) Politeknik LPP dalam Gebyar UKMK Berbasis Sawit dengan tajuk “JUST SAW IT”. (ISTIMEWA)
EVENT: Unit Pengembangan Usaha (UPU) Politeknik LPP dalam Gebyar UKMK Berbasis Sawit dengan tajuk “JUST SAW IT”. (ISTIMEWA)
PAMERAN: Bagi UPU Politeknik LPP event pameran sangat bermanfaat untuk mengembangkan jiwa entrepreneur dan menambah pengalaman berwirausaha. (ISTIMEWA)
PAMERAN: Bagi UPU Politeknik LPP event pameran sangat bermanfaat untuk mengembangkan jiwa entrepreneur dan menambah pengalaman berwirausaha. (ISTIMEWA)
Editor : I Made Mertawan
#bali #Museum Sunda Kecil #prasi #buleleng