BALI EXPRESS – Pura Luhur Pucak Pengungangan di wilayah Desa Adat Batusesa, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali ini tak terlepas dari sisi gaib.
Kepala Lingkungan Desa Candikuning, I Made Sucika, didampingi pemangku dan perangkat desa membeberkan, pura yang diempon oleh dua desa adat, yaitu Desa Adat Batusesa dan Desa Adat Abang ini diyakini sebagai tempat nunas (minta) jodoh dan sentana atau keturunan.
“Karena yang dipuja adalah Dewa Siwa Pasupati, semula pura ini diyakini sebagai tempat memohon tamba atau obat untuk menyembuhkan penyakit,” jelasnya.
Namun ada juga yang meyakini bahwa Pura Luhur Pucak Pengungangan sebagai tempat memohon keturunan.
“Hal ini sudah banyak terbukti. Salah satunya dialami pemangku pura ini,” ujar Sucika.
Sucika menerangkan, dulu jero mangku pura ini belum memiliki anak laki-laki. Sebelum menyanggupi untuk menjadi pemangku, dia memohon diberi keturunan anak laki-laki sebagai penerusnya.
“Enam bulan berselang, istri jero mangku ini hamil. Setelah lahir, ternyata anaknya laki-laki,” jelas Sucika.
Menurut Sucika, pura ini juga diyakini sebagai tempat memohon jodoh.
Hal tersebut dibuktikan langsung oleh Sucika. Saat Sucika menderita sakit keras, orang tuanya berkhaul, jika sembuh akan mencarikan Sucika istri orang Jawa.
“Saat itu bapak saya berkhaul, kalau saya sembuh akan dicarikan jodoh orang Jawa,” terang Sucika.
Beberapa bulan setelah Sucika sembuh, ada dua wanita yang berasal dari Pulau Jawa datang ke pura untuk sembahyang.
Salah satu dari wanita sepakat menjalin hubungan dengan Sucika. “Berselang beberapa waktu setelah pacaran, akhirnya saya menikahi wanita itu, yang kini jadi istri saya saat ini,” pungkasnya.
Editor : Nyoman Suarna