Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tradisi Bali: Digunakan saat Upacara Kematian, Ini Makna Tirta Pengentas dalam Ritual Hindu

I Putu Mardika • Senin, 4 Desember 2023 | 19:26 WIB
NGABEN: Sesuai tradisi, tirta pengentas digunakan saat upacara kematian bagi umat Hindu di Bali.
NGABEN: Sesuai tradisi, tirta pengentas digunakan saat upacara kematian bagi umat Hindu di Bali.

BALI EXPRESS - Upacara kematian di Bali tidak terlepas dari penggunaan sarana tirta pengentas. Tanpa tirta pengentas diyakini tujuan upacara ngaben tidak tercapai.

Dosen Pendidikan Agama Hindu STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Nyoman Ariyoga menjelaskan, tirta pengentas merupakan salah satu tirta dalam upacara pitra yadnya atau upacara ngaben.

Jika dalam upacara ngaben tidak mengggunakan tirta pengentas, diyakini tujuan upacara ngaben tidak tercapai.

Ariyoga menyebut, tirta pengentas merupakan sarana yang digunakan pada upacara pitra yadnya dengan memiliki makna untuk mengarahkan atau membimbing sang roh agar bisa menuju alam sunya.

Sarana ini diyakini sebagai sarana untuk membebaskan roh dari ikatan duniawi. Tirta pengentas diyakini sebagai tirta pemutus roh dari keterikatan duniawi.

Tirta pengentas dalam upacara ngaben biasanya dibuat oleh seorang sulinggih.

Sulinggih berperan untuk menjadi perantara antara umat dan Tuhan.

Melalui tirta pengentas roh  dapat mencapai tujuan.

Maka dari itu, tirta pengentas merupakan tirta yang paling penting dalam upacara pitra yadnya.

Dalam upacara pitra yadnya, tirta pengentas dibedakan menjadi dua. Pertama tirta pengentas digunakan saat upacara mependem atau mekinsan di pertiwi.

Biasanya sawa (jenasah) dikubur. Sebelum dikubur diperciki dengan tirta pengentas yang didapat dari sulinggih.

Tirta pengentas pada prosesi ini berfungsi sebagai pengarah agar roh bisa menemukan jalan ke alam niskala.

Yang kedua adalah tirta pengentas digunakan saat upacara ngaben. Tirta ini juga diproleh dari seorang sulinggih.

Tirta pengentas diyakini untuk menuntaskan prosesi upacara ngaben serta menuntun roh agar bisa mencapai alam sunya.

Tirta pengentas juga berfungsi untuk membebaskan roh dari ikatan duniawi sehingga bisa mencapai tujuan.

“Tirta pengentas merupakan sarana yang paling penting dalam upacara pengabenan pada masyarakat Hindu. Tirta pengentas memiliki fungsi untuk memotong segala jenis ikatan antara materi (jasad) dengan roh,” kata Ariyoga.

Selain sebagai pemutus hubungan, tirta pengentas juga berfungsi untuk melebur ataupun membebaskan roh dari pengaruh ikatan materi, agar dapat mencapai alam sunya.

Secara umum tirta pengentas dibuat oleh seorang sulinggih.

Karena dibuat oleh seorang sulinggih maka tirta pengentas juga disebut sebagai tirta Siwa.

Tirta pengentas dalam upacara ngaben memiliki kedudukan yang paling tinggi. Hal ini dikarenakan fungsi dari tirta pengentas adalah sebagai sarana untuk membebaskan roh dari ikatan materi.

“Ini sejalan dengan tujuan dari upacara ngaben, yaitu untuk mengembalikan unsur material sehingga roh bisa mencapai kualitas yang lebih tinggi,” paparnya.

Editor : Nyoman Suarna
#kematian #ritual #bali #upacara #hindu #tradisi #tirta pengentas