Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Desa Adat Kuta Kembali Gelar Upacara Nangluk Merana, Ini Tujuannya

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 11 Desember 2023 | 01:43 WIB
RITUAL : Sejumlah krama mengalami kerauhan saat prosesi Nangluk Merana Desa Adat Kuta.
RITUAL : Sejumlah krama mengalami kerauhan saat prosesi Nangluk Merana Desa Adat Kuta.

 

BADUNG, BALI EXPRESS - Bertepatan dengan kajeng kliwon uwudan sasih keenem, Desa Adat Kuta kembali menggelar upacara nangluk merana. Pelaksanaan upacara yang secara rutin digelar ini untuk mengusir mala di lingkungan tersebut.

 

Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana mengatakan, upacara nangluk merana merupakan rutinitas yang dilaksanakan setiap sasih keenem dalam kalender Bali. Upacara ini juga dilaksanakan sesuai perarem dan awig-awog desa adat. “Upacara nangluk merana dan pecaruan sasih dilakukan pada kajeng kliwon uwudan di sasih keenem,” ujar Alit Ardana saat ditemui saat pelaksanaan upacara, Minggu (10/12).

 

 

Menurutnya, berdasarkan penuturan para penglingsir dalam lontar sanggara bumi, sasih keenem merupakan sasih ala atau penyakit. Pada zaman Sri Aji Jaya Kasunu, mendapatkan sebuah pawisik agar melaksanakan upacara nangluk merana dan pakelem di telengin segara atau di tengah laut saat sasih keenem. “Kebetulan di sasih ini juga harus dikasi taur caru. Tujuannya untuk memohon wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ungkapnya.

 

 

Beralih ke kondisi saat ini, Alit Ardana menerangkan, di sasih keenem adalah musim pancaroba. Biasanya di sasih keenam musim hujannya akan lebih lebat. Sehingga banyak penyakit yang muncul.

 

“Kami ingin memohon wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar kamj diberikan kerahayuan, kasukertaan di jagat ini. Sekaligus di nangluk merana ini kami memohon mala atau ala itu bisa menjauh dari Desa Adat Kuta khususnya, jagat yang ada di Bali ini pada umumnya,” terangnya. 

 

 

Lebih lanjut ia menjelaskan terkait prosesi upacara dipusatkan di catus pata dan batas wilayah Desa Adat Kuta. Dalam prosesi upacara ini seluruh Pelawatan Ida Bhatara akan ikut serta. Selama pelaksanaan upacara arus lalu lintas akan dilakukan buka tutup. “Di beberapa jalan ada yang digunakan sebagian. Kami awali dengan menghimbau dan memohon permakluman, karena penyelenggaraan upacara ini akan sedikit menganggu,” jelasnya. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #mala #Nangluk Merana #upacara #kajeng kliwon #DESA ADAT KUTA