BALI EXPRESS - Dalam kurun waktu tertentu petapakan atau sesuhunan yang ada di Pura Pucak Padang Dawa, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Tabanan akan direnovasi. Prosesi ini disebut dengan ngapon atau ngodak.
Tujuan dilaksanakan upacara ngapon adalah untuk memunculkan kembali taksu yang dimiliki sesuhunan tersebut.
Ngapon merupakan suatu istilah yang digunakan pada saat berlangsungnya upacara proses perbaikan tapakan atau sesuhunan.
Prosesi Ngapon Tapakan Panawa Sanga di Pura Luhur Pucak Padang Dawa dilaksanakan di utama mandala Pura Luhur Pucak Padang Dawa.
Prosesi ini melibatkan pangelingsir pura, panyarikan pura, pamangku pura dan oleh seluruh komponen masyarakat Desa Bangli.
Pengempon Pura Luhur Pucak Padang Dawa, I Gede Suryawan mengatakan, prosesi upacara ngapon ini biasanya dilakukan di tempat-tempat suci, seperti di griya, puri atau di pura itu sendiri.
Prosesi ngapon dilaksanakan apabila sesuhunan atau petapakan mulai mengalami kerusakan.
Selain itu, untuk menjaga agar petapakan tetap suci dan taksu tapakan tetap terjaga maka dilaksanakan upacara ngapon.
“Upacara ngapon mendapat dukungan penuh dari krama pengempon Pura Luhur Pucak Padang Dawa. Krama begitu semangat melaksanakan Ngapon Tapakan Panawa Sanga dan didasari dengan hati yang tulus,” jelasnya.
Proses perbaikan Tapakan Panawa Sanga jauh beda, karena didasari hati yang suci. Bahkan saat tradisi mulai digelar, umat tak boleh bicara sembarangan.
Upacara Ngapon Tapakan Panawa Sanga merupakan wujud terima kasih kehadapan sesuhunan yang telah menjaga keharmoisan hidup dalam bermasyarakat dan juga menjaga keseimbangan alam.
Baca Juga: Siap-siap, KONI Badung Degradasi Cabor Malas dan tak Bertanggung Jawab
“Proses ngapon (perbaikan) Tapakan Panawa Sanga dikerjakan oleh pangayah dan masyarakat yang memiliki jiwa seni,” tutupnya.
Editor : Nyoman Suarna